Sukses

Pengertian

Oklusi vena retina merupakan suatu kondisi terjadinya sumbatan pada pembuluh darah vena yang mengalirkan darah dari retina kembali ke jantung. Retina merupakan salah satu jaringan pada mata yang berfungsi untuk mengubah cahaya dan gambar menjadi sinyal saraf dan mengirimkannya ke otak melalui saraf optik. Oklusi vena retina juga dikenal dengan istilah stroke pada mata.

Adanya sumbatan akibat gumpalan darah atau penumpukan cairan pada vena retina dapat menghambat kemampuan retina untuk menyaring cahaya. Hal ini memengaruhi pula kemampuan penglihatan. Derajat parahnya penurunan daya lihat bergantung dari vena yang mengalami penyumbatan.

Pada umumnya, setiap mata memiliki satu vena retina sentral dan banyak vena cabang yang berukuran lebih kecil. Oleh sebab itu, oklusi vena retina juga memiliki dua tipe, yaitu oklusi vena retina sentral dan oklusi vena retina cabang.

Penyebab

Oklusi vena retina umumnya terjadi akibat peningkatan kekerasan pada arteri serta terdapatnya gumpalan, yang kadang menyerupai sumbatan, yang terjadi pada saat seseorang mengalami stroke. Sumbatan lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami penyempitan atau kerusakan pembuluh darah. Juga pada mereka yang mengalami penyakit kronis tertentu yang dapat menyebabkan terjadinya hal tersebut.

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan terjadinya penyempitan atau kerusakan pada pembuluh darah adalah:

  • Aterosklerosis, yang merupakan kondisi terdapatnya plak pada pembuluh darah arteri
  • Glaukoma, yang dapat menyebabkan kerusakan saraf optik akibat peningkatan tekanan pada mata
  • Edema makula, yang ditandai dengan adanya kebocoran cairan ke makula, yaitu area dengan fokus tertajam pada retina
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Kelainan darah yang memengaruhi pembekuan darah
  • Mereka yang berusia di atas 60 tahun
  • Perokok

Gejala

Tanda dan gejala utama oklusi vena retina adalah terjadinya pandangan buram atau hilangnya daya lihat yang umumnya terjadi secara tiba-tiba dan hanya pada satu mata. Bila tidak segera mendapatkan penanganan, pandangan buram atau hilangnya daya lihat tersebut dapat memburuk dalam beberapa jam hingga beberapa hari.

Terkadang, orang yang mengalami kondisi ini juga dapat melihat titik gelap atau juga floater, yang merupakan terlihatnya penampakan seperti benang halus yang mengambang di mata. Pada kasus yang berat, penyumbatan pada vena dapat menyebabkan peningkatan tekanan dan rasa nyeri pada mata.

Diagnosis

Diagnosis oklusi vena retina dapat ditentukan dari wawancara medis dan pemeriksaan fisik mata yang komprehensif, mencakup pemeriksaan daya lihat dan tekanan mata, serta mengevaluasi permukaan dan pembuluh darah mata.

Pemeriksaan penunjang yang lazim dilakukan untuk menentukan diagnosis terdapatnya oklusi vena retina adalah:

  • Optical coherence tomography (OCT) atau pencitraan definisi tinggi pada retina.
  • Oftalmoskopi, yaitu metode evaluasi retina menggunakan alat oftalmoskop.
  • Fluorescein angiography, yaitu langkah penyuntikan zat pewarna pada lengan yang kemudian akan mengalir ke vena retina. Selanjutnya akan dilakukan pencitraan untuk melihat terdapatnya sumbatan.

Selain itu, dokter juga bisa menyarankan pasien menjalani tes darah untuk memeriksa terdapatnya diabetes, kadar kolesterol tinggi, atau kelainan pembekuan darah.

Penanganan

Penanganan oklusi vena retina ditujukan untuk mengatasi masalah akibat sumbatan yang terjadi. Beberapa jenis penanganan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Terapi laser, untuk mengurangi pembengkakan akibat kebocoran cairan yang terjadi.
  • Penyuntikan obat-obatan antiradang untuk mengurangi peradangan.
  • Vitrektomi, merupakan pengangkatan sebagian atau seluruh jaringan kenyal pada bagian belakang mata yang disebut vitreus humor.
  • Terdapat beberapa uji klinis yang menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pengobatan tertentu cukup efektif untuk mengembalikan daya lihat pada pasien yang mengalami pembengkakan makula akibat oklusi vena retina.

Pencegahan

Oklusi vena retina umumnya memengaruhi pembuluh darah vena. Karena itu, salah satu cara untuk menurunkan risiko mengalami kondisi ini adalah dengan melindungi pembuluh darah dan menjaga agar jaringan pembuluh darah tetap sehat.

Beberapa pola hidup sehat dan perubahan pola makan yang dapat diterapkan adalah:

  • Berolahraga secara rutin

  • Menurunkan berat badan ke angka normal bila berat badan berlebih

  • Menjaga berat badan agar tetap ideal

  • Menghindari merokok

  • Mengendalikan kadar gula darah agar tetap stabil, terutama mereka para penyandang diabetes

  • Menjaga tekanan darah agar tetap stabil, terutama mereka dengan masalah tekanan darah tinggi

  • Menjaga kadar kolesterol agar tetap stabil, terutama mereka yang punya riwayat kadar kolesterol tinggi

  • Memeriksakan kesehatan mata secara rutin, guna memastikan deteksi dini apabila terdapat penyakit mata tertentu