Sukses

Pengertian Nekrofilia

Nekrofilia merupakan gangguan kejiwaan yang ditandai dengan kepuasan seksual yang dirasakan seseorang bila melakukan hubungan intim dengan orang yang sudah meninggal.

Gangguan kejiwaan ini merupakan salah satu jenis parafilia. Parafilia adalah ketertarikan seksual yang tidak normal, di mana ketertarikan seksual yang dirasakan tidak pada hubungan intim yang melibatkan organ intim seperti penis dan vagina.

Kejadian nekrofilia ini jarang terjadi. Orang yang mengidap gangguan ini lebih banyak pria dibandingkan dengan wanita.

Selain nekrofilia, beberapa jenis gangguan yang termasuk parafilia adalah:

  • Fetihisme, yaitu kepuasan seksual yang dirasakan seseorang bila melihat obyek milik lawan jenisnya. Misalnya seorang laki-laki terpuaskan gairah seksualnya bila melihat celana dalam perempuan.
  • Froteurisme, yaitu kepuasan seksual yang dirasakan seseorang saat ia menggesek-gesekkan bagian tubuhnya dengan orang lain yang biasanya tidak menyadari perilaku si pelaku.
  • Voyeurisme, yaitu seseorang merasa puas bila melihat orang lain sedang telanjang atau sedang berhubungan intim.
  • Bestialisme, yaitu seseorang yang merasa bergairah bila berhubungan intim dengan binatang.
  • Sadisme, yaitu kepuasan seksualnya didapat dengan menyakiti lawan jenisnya.
  • Masokisme merupakan kebalikan dari sadisme, yaitu kepuasan seksual yang didapat seseorang bila disakiti.
  • Pedofilia, yaitu kepuasan seksual bila obyek seksualnya adalah anak di bawah umur.

Penyakit Nekrofilia (Karandaev/123rf)

Penyebab Nekrofilia

Hingga saat ini, penyebab pasti nekrofilia belum diketahui. Namun, umumnya orang yang mengidap nekrofilia mengalami gangguan yang lain juga. Misalnya gangguan cemas atau depresi. Selain itu, orang dengan gangguan kejiwaan ini juga bisa jadi pengguna narkotika.

Diagnosis Nekrofilia

Diagnosis nekrofilia ditentukan oleh psikiater atau psikolog berdasarkan wawancara yang komprehensif dengan penderita, keluarganya, atau orang terdekatnya.

Psikiater atau psikolog harus melakukan berbagai pemeriksaan untuk membedakan apakah nekrofilia tersebut terjadi karena penyakit lain, atau semata-mata karena gangguan jiwa. Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan lengkap seperti:

  • Pemeriksaan darah lengkap dan fungsi hormon tiroid
  • Pemeriksaan HIV dan hepatitis
  • CT-scan atau MRI otak bila diduga ada kelainan otak
  • Pemeriksaan elektroensefalografi untuk menilai aktivitas listrik di otak

Bila semua pemeriksaan tersebut normal, berarti nekrofilia memang disebabkan karena gangguan kejiwaan penderitanya.

Gejala Nekrofilia

Penderita nekrofilia memiliki ketertarikan atau imajinasi dalam berhubungan intim dengan orang yang sudah meninggal. Hal ini bisa saja baru ada dalam pikirannya saja atau bisa juga benar-benar diwujudkan dalam tindakan. Tindakan yang dilakukan terhadap mayat bisa berupa hubungan intim penis dengan vagina, seks oral, seks anal, atau masturbasi.

Seseorang dianggap mengalami penyakit nekrofilia bila mengalami gejala ini selama setidaknya enam bulan. Selain itu hal ini bisa mengganggu hubungan penderita dengan orang-orang di sekitarnya.

Untuk mewujudkan kepuasan seksnya, penderita nekrofilia sering mencari pekerjaan di kamar mayat atau kuburan untuk memudahkannya mendapatkan akses terhadap orang meninggal. Pada beberapa kasus, untuk mewujudkan keinginannya berhubungan intim dengan mayat, penderita nekrofilia membayar pekerja seks komersial, mendandaninya dengan pakaian putih, kosmetik putih, dan menyuruh pekerja seks tersebut berlagak seperti mayat dan kemudian disetubuhi.

Pada beberapa kasus yang jarang, penderita nekrofilia bisa melakukan tindakan kriminal. Ia dengan sengaja membunuh seseorang, membuatnya meninggal, agar bisa berhubungan intim dengan mayat.

Pengobatan Nekrofilia

Penanganan nekrofilia dilakukan oleh psikiater. Pengobatan utamanya adalah dengan terapi seksual yang dilakukan oleh terapis yang memiliki keahlian untuk menangani nekrofilia. Terapi seksual dilakukan dalam puluhan sesi yang tujuannya untuk mengubah pola pikir penderita dalam ketertarikan seksualnya.

Selain itu, terapis akan menggali hal apa yang mendasari kelainan yang dialami. Kadang ada pengalaman buruk di masa lalu yang mencetuskan seseorang mengalami nekrofilia. Melalui terapi ini, penderita juga diajak untuk menerima dan ‘berdamai’ dengan masa lalunya. Dibutuhkan kerja sama dan kepercayaan yang baik antara terapis dengan penderita nekrofilia untuk membuat pengobatan ini berhasil.

Kadang obat antidepresan juga dapat diberikan, namun bukan merupakan pengobatan utama untuk nekrofilia.

Pencegahan Nekrofilia

Hingga saat ini belum ada hal spesifik yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya nekrofilia.