Sukses

Pengertian

Necrotizing Enterocolitis (NEC) merupakan gangguan pencernaan yang sering terjadi pada bayi prematur yang mendapatkan susu formula. Penyakit ini ditandai dengan kerusakan sel usus yang cukup berat, hingga dapat terjadi kebocoran usus.

NEC lebih sering dialami oleh bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram. Angka kematian akibat NEC cukup tinggi. Sekitar 50% bayi dengan berat lahir kurang dari 2000 gram yang mengalami NEC berakhir dengan meninggal dunia.

Penyebab

Dalam kondisi normal, usus manusia memiliki sejumlah bakteri baik. Sebagian besar bakteri baik berasal dari kelompok bifidobacteria. Salah satu manfaat kehadiran bakteri tersebut adalah untuk menjaga usus terhadap infeksi kuman dari luar.

Saat ada kuman masuk ke saluran pencernaan (misalnya dari makanan atau minuman yang terkontaminasi) dan berpotensi merusak sel-sel usus, bakteri baik akan berusaha melawan kuman tersebut sehingga infeksi usus dapat dicegah sebelum terjadi.

Pada kelahiran prematur, usus bayi belum matang benar dan bakteri baik belum banyak jumlahnya. Bakteri baik akan perlahan bertambah jumlahnya jika bayi mendapatkan ASI eksklusif. Sebaliknya, jika bayi prematur tersebut mendapatkan susu formula yang terkontaminasi kuman, maka kuman akan masuk ke saluran pencernaan, bisa menginfeksi usus dan akhirnya merusak sel-sel usus.

Kuman yang paling sering menyebabkan NEC adalah bakteri Escherichia coli, Klebsiella pneumonia, Proteus mirabilis, Staphylococcus aureus, Enterococcus, Clostridium perfringens, dan Pseudomonas aeruginosa.

Diagnosis

Diagnosis NEC umumnya dipertimbangkan dokter pada bayi prematur yang mendapat susu formula dan mengalami keluhan gangguan pencernaan yang berat. Pemeriksaan utama pada kasus Necrotizing Enterocolitis adalah sebagai berikut:

  • Pemeriksaan rontgen perut (abdomen). Pada kasus NEC, akan terlihat banyaknya udara di rongga perut yang seharusnya tidak ada dalam kondisi normal.
  • Pemeriksaan darah rutin (hemoglobin, leukosit, trombosit) secara berkala. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan setiap 6 jam sebagai bagian dari pemantauan kondisi bayi. Jika ada perdarahan, akan dijumpai hemoglobin (sel darah merah) dan trombosit (keping-keping darah) yang semakin menurun jumlahnya. Leukosit umumnya juga berada dalam kadar lebih rendah dari normal.
  • Kultur darah. Pada pemeriksaan ini sampel darah bayi diambil dan dibiakkan di dalam cawan. Tujuannya untuk melihat adanya bakteri yang menjadi penyebab NEC.

Gejala

Sebagian besar kasus NEC dialami oleh bayi prematur pada beberapa minggu pertama kehidupannya. Gejala yang dialami berupa:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Perut terlihat membuncit dan kembung
  • Kulit perut bisa terlihat kemerahan
  • Buang air besar bercampur darah segar

Berbeda dengan diare lainnya yang juga dapat terjadi pada bayi, gangguan pencernaan akibat NEC biasanya disertai dengan penurunan kondisi kesehatan yang sangat berat pada bayi. Bayi akan tampak sangat lemas dan tidak aktif, tekanan darah turun drastis, bahkan bayi bisa mengalami henti napas mendadak.

Pengobatan

Bayi yang mengalami NEC harus dirawat di rumah sakit dengan fasilitas yang lengkap. Jika kondisinya berat, tak jarang perawatan perlu dilakukan di ruang perawatan intensif. Penanganan utama yang akan dilakukan oleh tim dokter adalah:

  • Menghentikan semua pemberian susu sementara waktu
  • Memasang selang dari hidung menuju ke lambung (nasogastric tube/ NGT) untuk membantu mengeluarkan udara berlebihan di saluran pencernaan.
  • Memberikan antibiotik spektrum luas (spektrum luas artinya antibiotik tersebut memiliki kemampuan untuk membunuh berbagai jenis bakteri).
  • Memberikan cairan dan kalori melalui infus.
  • Jika terjadi penurunan kondisi hingga napas berhenti, perlu dilakukan pemasangan alat bantu pernapasan berupa ventilator untuk membantu menjaga pernapasan bayi tetap teratur.
  • Jika kerusakan usus yang terjadi sangat berat sehingga ada bagian usus yang mati atau mengalami kebocoran, maka umumnya operasi juga perlu dilakukan.

Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya NEC, sebisa mungkin berikan hanya ASI eksklusif pada bayi prematur. Selain itu, konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan pemberian probiotik untuk saluran pencernaan bayi, khususnya bayi prematur.