Penyakit Menular Seksual

Lymphogranuloma Venereum

Tim Medis Klikdokter, 20 Jan 2020

Ditinjau Oleh

Lymphogranuloma venereum, atau disingkat sebagai LGV, merupakan suatu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri.

Pengertian

Lymphogranuloma venereum, atau disingkat sebagai LGV, merupakan suatu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi apabila tidak tertangani dengan baik.

Penyakit Lymphogranuloma Venereum

Penyebab

Lymphogranuloma venereum merupakan infeksi kronis (jangka panjang) dari sistem limfatik. Infeksi ini dapat disebabkan oleh salah satu dari beberapa tipe bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri tersebut umumnya ditularkan melalui kontak seksual, yang mencakup di antaranya hubungan seks vaginal, anal, dan oral.

Infeksi ini tidak disebabkan oleh bakteri yang sama dengan yang menyebabkan klamidia pada kelamin. Kondisi ini lebih sering ditemui pada pria dibandingkan dengan wanita. Salah satu faktor risiko utama adalah pada orang yang mengalami infeksi HIV.

Gejala

Tanda dan gejala dari LGV dapat berawal dari beberapa hari hingga satu bulan setelah berkontak dengan bakteri. Tanda dan gejala tersebut mencakup:

  • Keluarnya cairan limfe dari kulit, yang berasal dari kelenjar limfe di selangkangan
  • Nyeri saat buang air besar
  • Luka kecil yang tidak nyeri pada genitalia pria atau wanita
  • Pembengkakan dan kemerahan pada kulit di area selangkangan
  • Pembengkakan labia pada wanita
  • Pembengkakan kelenjar limfe selangkangan pada satu atau dua sisi
  • Keluarnya darah atau nanah dari rektum

Diagnosis

Diagnosis dari LGV dapat ditentukan berdasarkan wawancara medis, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang apabila dinilai diperlukan. Tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan dan menanyakan keluhan yang dialami serta riwayat hubungan seksual.

Pada pemeriksaan fisik orang yang mengalami LGV, dapat ditemukan:

  • Terdapatnya cairan yang keluar dari area di sekitar rektum
  • Nyeri pada genitalia
  • Keluarnya cairan limfe dari kulit, yang beraral dari kelenjar limfe di selangkangan
  • Pembengkakan vulva atau labia pada wanita
  • Pembengkakan kelenjar limfe di selangkangan

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan mencakup:

  • Biopsi kelenjar limfe
  • Pemeriksaan laboratorium darah untuk mengevaluasi adanya bakteri penyebab LGV
  • Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi klamidia

Penanganan

Pada sebagian besar kasus LGV, dokter umumnya akan meresepkan antibiotik golongan tertentu selama 21 hari. Secara umum, tanda dan gejala akan mulai mereda pada satu hingga dua minggu setelah memulai konsumsi pengobatan, tapi hal ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama pada orang yang telah terinfeksi selama periode waktu yang lama.

Orang yang terdiagnosis dengan LGV atau infeksi menular seksual lainnya juga disarankan untuk menghindari aktivitas seksual lain hingga hasil pemeriksaan lanjutannya menunjukkan bahwa orang tersebut tidak lagi terinfeksi.

Pasangan seksual yang juga memiliki risiko tertular infeksi juga sebaiknya, bila memungkinan, diidentifikasi, diperiksa, dan ditangani bila membutuhkan penanganan untuk kondisinya.

Pencegahan

Risiko penularan LGV dapat diminimalkan dengan menggunakan kondom secara konsisten dan tepat saat melakukan hubungan seksual. Selain itu, juga disarankan untuk menghindari penggunaan sex toys karena dapat meningkatkan risiko penularan infeksi menular seksual.

Orang yang aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seksualnya secara rutin.