Sukses

Pengertian Kista Nabothi

Kista Nabothi merupakan suatu kondisi di mana terdapat kista kecil pada mulut rahim atau serviks, yang merupakan bagian yang menghubungkan antara vagina dan rahim.

Kista Nabothi sering kali berisi lendir yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada serviks. Kondisi ini cukup umum ditemui, dan umumnya tidak berbahaya.

Penyebab Kista Nabothi

Kista Nabothi terbentuk saat kelenjar-kelenjar yang memproduksi lendir pada serviks mengalami sumbatan. Sel-sel yang melapisi serviks dapat menyumbat kelenjar tersebut, yang menyebabkan penumpukan lendir. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya pembentukan kista pada serviks, yang seringkali tampak seperti benjolan kecil berwarna putih.

Pada sebagian kondisi, persalinan atau trauma pada serviks dapat menyebabkan terjadinya kista Nabothi. Pada saat persalinan, jaringan di sekitar area tersebut dapat diproduksi secara berlebih dan menghambat aliran lendir. Oleh sebab itu, dapat terjadi pembentukan kista.

Trauma atau cedera fisik pada serviks dapat menyebabkan produksi jaringan yang berlebih di atas kelenjar yang menghambat aliran lendir dan kemudian membentuk kista. Kista akibat trauma atau cedera fisik sering kali terjadi saat masa penyembuhan servisitis kronis, di mana terjadi peradangan pada jaringan serviks.

Kista Nabothi umumnya timbul pada saat kehamilan atau pada saat seorang wanita berada pada usia reproduksi, yang berlangsung dari saat pubertas hingga menopause.

Gejala Kista Nabothi

Ukuran dari kista Nabothi dapat bervariasi, dengan diameter dari beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter. Umumnya, kista Nabothi memiliki permukaan yang halus dan berwarna putih atau kuning. Kondisi ini tidak menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan, atau gejala lainnya, dan sering kali ditemukan pada saat dokter melakukan pemeriksaan rutin.

Diagnosis Kista Nabothi

Diagnosis dari kista Nabothi umumnya ditentukan berdasarkan pemeriksaan fisik. Terkadang, kondisi ini juga dapat tampak saat dilakukan ultrasonografi rongga panggul, computerized tomography (CT), atau magnetic resonance imaging (MRI) yang mencakup daerah serviks.

Setelah dokter menemukan adanya benjolan tersebut yang diduga merupakan kista Nabothi, dapat dilakukan kolposkopi untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan tersebut melibatkan magnifikasi dari area tertentu untuk membedakan kista Nabothi dengan benjolan lainnya. Dokter juga dapat melakukan biopsi, dengan mengambil sedikit jaringan dari benjolan, apabila diagnosis belum dapat dipastikan.

Penanganan Kista Nabothi

Kista Nabothi umumnya merupakan suatu kondisi yang jinak dan tidak membutuhkan penanganan spesifik. Pada sebagian kecil kasus, kista dapat membesar dan menyebabkan perubahan pada ukuran dan bentuk dari serviks.

Apabila kondisi tersebut semakin berat, hal ini dapat membuat pemeriksaan rutin serviks menjadi sulit. Dokter dapat merekomendasikan pengangkatan kista untuk dapat memeriksa serviks dengan lebih saksama.

Pada kista Nabothi yang membutuhkan penanganan, maka pengangkatan dapat dilakukan secara eksisi atau melalui proses yang disebut ablasi elektrokauter. Pada eksisi, dokter menggunakan skalpel atau pisau untuk mengangkat jaringan tersebut. Pada ablasi elektrokauter, dokter menggunakan aliran listrik, yang kemudian memproduksi energi panas dan membuat benjolan terlepas dari serviks.

Dapat juga dilakukan krioterapi untuk mengangkat kista, di mana dokter menggunakan nitrogen cair untuk membekukan dan menghancurkan kista. Prosedur tersebut lebih tidak invasif bila dibandingkan dengan eksisi atau ablasi. Untuk menentukan metode penanganan yang paling tepat, sangat penting untuk mendiskusikan lebih lanjut dengan dokter berdasarkan hasil wawancara medis dan pemeriksaan fisis.

Pencegahan Kista Nabothi

Tidak terdapat metode pencegahan yang terbukti efektif secara sepenuhnya dalam mencegah terjadinya kista Nabothi.