Sukses

Pengertian

Kista Baker (Baker’s cyst) atau kista popliteal adalah benjolan kista di daerah lutut yang merupakan pembengkakan jinak pada bantalan persendian lutut. Pembengkakan ini terjadi karena cairan sendi lutut yang diproduksi terdorong keluar sehingga membentuk tonjolan yang berisi cairan.

Kista ini umumnya terjadi karena adanya masalah pada sendi lutut, seperti arthritis. Kondisi ini membuat lutut menghasilkan terlalu banyak cairan hingga terbentuk benjolan. Benjolan ini akan terasa nyeri dan dapat semakin buruk ketika lutut digunakan untuk bergerak.

Penyakit ini pada dasarnya jarang ditemukan. Meski demikian, kista Baker lebih sering menyerang anak-anak usia 4–7 tahun dan orang dewasa dengan rentang usia 35–70 tahun. Nama kista ini sendiri diambil dari nama dokter bedah yang pertama kali mendeskripsikan gangguan ini, yaitu William Morrant Baker.

Penyakit Kista Baker (Artemida Psy/Shutterstock)

Penyebab

Kista Baker umumnya disebabkan karena adanya penumpukan cairan pelumas sendi. Tubuh pada dasarnya memiliki cairan pelumas yang berfungsi untuk memudahkan sendi-sendi dalam bergerak dan mengurangi gesekan di antara bagian kaki yang bergerak. Namun, pada beberapa kondisi dapat terjadi penumpukan cairan pelumas sendi, yang disebut cairan sinovial dalam istilah medis. Penumpukan cairan pelumas sendi ini menyebabkan terbentuknya tonjolan dari kapsul sendi di belakang lutut.

Kista Baker dapat disebabkan oleh berbagai masalah pada lutut –seperti arthritis rheumatoid, osteoarthritis, cedera lutut, peradangan sendi, dan masalah lutut lainnya. Kista Baker juga dikaitkan dengan terjadinya peradangan sinovium, sehingga dapat terjadi pada keadaan peradangan sendi seperti osteoarthritis.

Diagnosis

Penentuan diagnosis kista Baker dapat ditetapkan melalui wawancara medis secara mendetail dan pemeriksaan fisik. Pada wawancara medis, dapat ditemukan bahwa penderita memiliki keluhan adanya pembengkakan pada lutut. Selain itu lutut bagian belakang akan terasa nyeri.

Sementara itu pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan adanya penurunan gerakan sendi lutut dan lutut belakang yang terasa nyeri. Penetapan diagnosis kista Baker juga dapat dibantu dengan melakukan pemeriksaan USG lutut dan pemeriksaan MRI.

Gejala

Kista Baker bisa saja tidak menimbulkan rasa sakit atau tanda-tanda tertentu yang membuat seseorang menyadari adanya masalah pada lututnya. Meski demikian, umumnya terdapat beberapa gejala kista Baker yang bisa dicurigai:

  • Pembengkakan di belakang lutut
  • Nyeri di bagian belakang sendi lutut
  • Sakit atau nyeri setelah latihan dan menekuk lutut

Gejala tersebut akan terasa semakin buruk saat lutut bergerak aktif atau saat Anda berdiri dalam waktu lama. Bila hal ini terjadi dan Anda menemukan adanya benjolan di belakang lutut, segera temui dokter.

Pengobatan

Kista Baker tidak memerlukan penanganan khusus, kecuali menimbulkan gejala tertentu. Pada kebanyakan kasus, terdapat gangguan lain yang turut menyertai gangguan kista Baker.

 Meski demikian, Anda bisa berkonsultasi pada dokter untuk beberapa tindakan yang dapat membantu Anda, seperti:

  • Istirahatkan kaki dan kurangi tekanan berlebih pada kaki. Nyeri dapat dikurangi dengan pemberian bantalan es untuk mengurangi pembengkakan lutut.
  • Aspirasi cairan sinovial. Prosedur pengambilan cairan atau yang disebut aspirasi cairan dilakukan dengan menggunakan jarum dan menyuntikkan kortikosteroid. Tindakan ini dapat dilakukan pada keadaan pembengkakan yang mengganggu.
  • Suntikan anti-radang
  • Pembedahan untuk eksisi kista popliteal yang besar.

Pencegahan​

Tidak ada pencegahan khusus untuk kista baker. Namun sebaiknya Anda menghindari penggunaan lutut secara berlebihan. Selain itu penting untuk menjaga berat badan agar tetap ideal. Dengan demikian Anda tidak akan memberi tekanan berlebih pada lutut.