Sukses

Pengertian

Kondisi insufisiensi trikuspid adalah gangguan katup trikuspid yang ditandai dengan katup yang kendur dan tak bisa menutup dengan rapat. Pada jantung terdapat empat katup, yaitu katup mitral, trikuspid, aorta, dan pulmonal. Katup trikuspid adalah katup yang membatasi serambi kanan dan bilik kanan jantung.

Insufisiensi trikuspid sering disebut juga sebagai regurgitasi trikuspid. Kondisi ini tergolong jarang terjadi. Diperkirakan hanya satu persen dari penduduk dunia yang mengalaminya.

Penyebab

Insufisiensi trikuspid dapat disebabkan oleh beberapa penyakit yang mendahului. Penyakit yang paling sering adalah:

  • Penyakit jantung reumatik
  • Endokarditis infektif (infeksi jantung karena bakteri atau jamur)
  • Anomali Ebstein (kelainan bawaan katup jantung)
  • Cedera pada jantung
  • Efek samping obat seperti pergolide (obat untuk Parkinson) dan fenfluramine (obat untuk mengatasi obesitas)
  • Sindrom Marfan (kelainan bawaan yang terjadi pada jaringan ikat)
  • Osteogenesis imperfecta (jenis penyakit yang menyebabkan gangguan pembentukan tulang)

Diagnosis

Pada pemeriksaan awal untuk menentukan diagnosis insufisiensi trikuspid, dokter akan melakukan wawancara medis mendetail terkait keluhan yang dialami. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap, termasuk memeriksa bunyi jantung dengan stetoskop. Pada kondisi insufisiensi trikuspid, akan terdengar bunyi jantung yang tidak normal berupa bising (murmur) pada fase sistolik (saat jantung memompa darah ke paru dan seluruh tubuh).

Selanjutnya, untuk memastikan adanya insufisiensi trikuspid, perlu dilakukan pemeriksaan ekokardiografi. Melalui pemeriksaan ini, semua katup jantung bisa dilihat dengan jelas. Bila ditemukan adanya kelainan katup, beratnya kelainan yang dialami juga bisa dinilai melalui ekokardiografi.

Pemeriksaan lain yang mungkin diperlukan adalah foto rontgen. Berdasarkan pemeriksaan tersebut dapat ditemukan pembesaran jantung dan pelebaran pembuluh darah vena di jantung.

Gejala

Penderita insufisiensi trikuspid umumnya mengalami gejala yang merupakan akibat dari adanya gagal jantung kanan.  Biasanya tampak gejala berupa perut membesar akibat penumpukan cairan di rongga perut, hati dan limpa yang membesar, dan kedua tungkai bawah bengkak.

Bila tidak ditangani dengan baik, gejala gagal jantung kiri juga dapat terjadi. Gejalanya berupa sesak napas yang memberat jika berjalan jauh atau melakukan aktivitas yang berat, sesak napas yang terjadi tiba-tiba saat penderitanya sedang tidur, atau sesak napas saat berbaring rata di tempat tidur. Pada sebagian kasus, dapat terjadi keluhan nyeri dada saat beraktivitas.

Biasanya, penderita insufisiensi trikuspid juga terlihat kurus, dan kulit dapat terlihat kuning akibat gangguan di hati.

Pengobatan

Terapi insufisiensi trikuspid tergantung pada penyebab insufisiensi dan derajat keparahan yang terjadi. Terapi dengan obat-obatan diperlukan untuk mengatasi gejala gagal jantung yang terjadi.

Obat yang diberikan umumnya adalah obat golongan diuretik. Obat diuretik akan mendorong sebagian darah dikeluarkan melalui air seni. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah volume darah sehingga akan mengurangi beban kerja jantung.

Obat lain yang digunakan biasanya adalah obat golongan ACE inhibitor (angiotensin converting enzyme inhibitor) seperti kaptopril dan ramipril. Jenis obat ini umumnya digunakan untuk terapi hipertensi. Pada kasus insufisiensi trikuspid, obat golongan ACE inhibitor ini diberikan untuk mencegah otot-otot jantung mengalami pembesaran dan gangguan kontraksi, agar tak terjadi gejala gagal jantung.

Sementara itu, tindakan operasi merupakan terapi utama untuk insufisiensi trikuspid. Operasi yang dilakukan adalah untuk mengganti katup trikuspid dengan katup buatan. Namun demikian, tidak semua penderita insufisiensi trikuspid membutuhkan operasi.

Tindakan operasi terutama diperlukan pada:

  • Insufisiensi trikuspid yang berat
  • Katup trikuspid kondisinya dirusak oleh bakteri pada penyakit endokarditis infektif
  • Keluhan tidak membaik dengan pemberian obat-obatan

Penderita insufisiensi trikuspid sangat dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan rutin ke dokter spesialis jantung untuk memantau dan mencegah gejala gagal jantung terjadi.

Pencegahan

Hingga saat ini belum ada tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya insufisiensi trikuspid.