Sukses

Pengertian

Infeksi gigi merupakan kondisi adanya rongga berisi nanah yang terbentuk pada bagian gigi sebagai akibat infeksi bakteri. Gangguan infeksi gigi ini disebut juga dengan abses gigi.

Abses gigi dapat terjadi pada siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Gigi yang mengalami abses bisa memicu rasa nyeri yang parah hingga ke telinga dan kepala. Jika tidak mendapatkan penanganan yang sesuai, abses gigi dapat menjadi kondisi yang lebih serius bahkan dapat mengancam jiwa.

Terdapat tiga macam abses, yaitu:

  • Abses gingival, atau abses pada gusi
  • Abses periodontal, yaitu abses yang terjadi pada tulang penyangga gigi
  • Abses periapikal, yaitu abses yang berada di sekitar ujung akar gigi

Penyebab

Penyebab infeksi pada gigi dapat berawal dari gigi yang berlubang atau gigi yang rusak tetapi tidak mendapatkan perawatan sama sekali. Akibatnya, bakteri dapat masuk ke dalam rongga pulpa, tempat saraf-saraf dan pembuluh darah berada.

Gejala

Gejala utama terjadinya abses pada gigi atau infeksi gigi adalah nyeri hebat yang berdenyut di dekat gigi atau gusi. Terkadang rasa sakit dapat muncul secara tiba-tiba dan dapat semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Gejala lain yang dapat muncul, antara lain:

  • Rasa sakit yang dapat menjalar hingga ke rahang, telinga, atau leher.
  • Rasa sakit yang muncul saat menggigit atau mengunyah.
  • Gusi yang merah dan terlihat bengkak.
  • Wajah yang terlihat bengkak.
  • Gigi yang terasa ngilu atau sensitif jika terkena makanan atau minuman panas atau dingin.
  • Gigi berubah warna.
  • Terdapat bau mulut yang tidak sedap.
  • Kelenjar getah bening dapat terasa bengkak pada bagian bawah rahang atau leher.
  • Demam
  • Abses dapat menyebabkan benjolan seperti jerawat yang berisi nanah.
  • Sulit membuka mulut.

Diagnosis

Infeksi gigi dapat didiagnosis setelah dokter melakukan pemeriksaan klinis terhadap kondisi gigi dan melakukan tanya jawab medis seputar masalah gigi terhadap pasien. Pemeriksaan rontgen juga kadang kala diperlukan untuk mengetahui keadaan sekitar gigi dan akar gigi.

Pengobatan

Untuk mengobati infeksi gigi, bergantung pada tingkat keparahan yang terjadi, ada beberapa hal yang biasa dilakukan, seperti:

  • Drainase, yaitu membuat garis kecil pada abses untuk mengeluarkan nanah dan kemudian dibersihkan dengan larutan garam.
  • Perawatan saluran akar, dengan cara pengeboran pada bagian gigi, untuk mengangkat jaringan-jaringan yang sudah terinfeksi di kamar pulpa. Selanjutnya ruang pulpa akan diisi oleh semacam obat. Gigi kemudian ditutup dengan tambalan permanen atau mahkota tiruan.
  • Pencabutan gigi. Bila gigi sudah rusak parah dan tidak bisa dirawat lagi, satu-satunya jalan adalah gigi harus dicabut agar infeksi tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya.
  • Pemberian antibiotik dapat dilakukan jika abses sudah menjalar ke bagian tubuh lainnya untuk membersihkan infeksi.

Pencegahan

Untuk mencegah kerusakan gigi atau infeksi gigi Anda disarankan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Upayakan untuk melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Sikat gigi 2 kali sehari selama 2 menit, pada pagi dan malam hari sebelum tidur.
  • Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Selalu bersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan dental floss atau benang gigi minimal 1 kali sehari.
  • Gantilah sikat gigi setiap 3 bulan sekali atau jika bulu-bulu sikat gigi sudah rusak.
  • Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula berlebihan.
  • Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.