Sukses

Pengertian Hidrops Fetalis

Hidrops fetalis adalah kondisi yang berat dan mengancam nyawa pada janin dan bayi baru lahir. Kondisi ini ditandai dengan adanya penumpukan cairan di berbagai bagian tubuh seperti di rongga perut, rongga di luar paru, jantung, dan kulit.

Berdasarkan penyebabnya, terdapat dua jenis hidrops fetalis, yaitu:

  • Immune hydrops

Pada jenis ini, hidrops fetalis terjadi karena reaksi sistem imun pada tubuh ibu yang menyebabkan sel darah merah pada tubuh janin dihancurkan secara berlebihan.

  • Non-immune hydrops

Jenis ini lebih sering terjadi. Hidrops ekenis ini terjadi akibat adanya suatu penyakit pada janin yang menyebabkan janin tidak mampu menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuhnya.

Hidrops fetalis sering menyebabkan kematian. Kematian bisa terjadi saat bayi masih di dalam kandungan, bisa juga terjadi saat bayi sudah dilahirkan.

Penyakit Hidrops Fetalis (Iuna4/Shutterstock)

Penyebab Hidrops Fetalis

Pada prinsipnya, hidrops fetalis terjadi akibat banyak cairan yang berasal dari aliran darah berpindah ke jaringan tubuh seperti kulit, jantung, paru, dan perut.

Immune hydrops terjadi akibat gangguan inkompatibilitas rhesus, yaitu kondisi yang terjadi karena ibu memiliki golongan darah rhesus negatif mengandung janin yang memiliki golongan darah rhesus positif. 

Pada kondisi ini, karena golongan darah yang berbeda, tubuh ibu akan mengenali sel darah bayi sebagai benda asing yang harus dihancurkan. Akibatnya terjadi penghancuran sel darah merah milik bayi secara berlebihan. 

Karena hal tersebut, jantung janin/ bayi menjadi terganggu dan tidak dapat memompa darah sebagaimana seharusnya, sehingga cairan menumpuk di berbagai bagian tubuh janin/ bayi.

Sementara itu, non-immune hydrops dapat terjadi pada bayi yang mengalami:

  • Anemia berat, misalnya anemia yang disebabkan karena talasemia
  • Kelainan kongenital misalnya toksoplasma kongenital, sifils, atau infeksi cytomegalovirus kongenital
  • Kelainan bawaan pada jantung atau paru
  • Kelainan kromosom
  • Penyakit hati

Diagnosis Hidrops Fetalis

Ada tidaknya hidrops fetalis dapat diketahui sejak bayi masih ada di dalam kandungan. Terdapat beberapa pemeriksaan untuk memastikannya yaitu:

  • Pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat adanya penumpukan cairan di organ dalam janin, serta penumpukan cairan di rongga tubuh.
  • Pengambilan darah tali pusat yang dilakukan dengan menusukkan jarum ke rahim ibu hingga menembus tali pusat. Ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan penyebab hidrops fetalis yang dialami bayi.
  • Amniosentesis, yaitu pengambilan sampel cairan amnion (air ketuban) yang dilakukan dengan menusukkan jarum ke arah rahim ibu untuk menembus selaput ketuban. Selanjutnya cairan amnion yang diambil dianalisis di laboratorium untuk melihat kemungkinan hidrops fetalis dan penyebabnya.
  • Ekokardiografi, yaitu pemeriksaan bagian dalam jantung, diperlukan karena biasanya bayi yang mengalami hidrops fetalis juga memiliki struktur jantung yang tidak normal.

Gejala Hidrops Fetalis

Hidrops fetalis dapat diketahui sejak masih di dalam kandungan, bisa juga setelah lahir. Gejala hidrops di dalam kandungan adalah cairan ketuban di rahim ibu jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang seharusnya, plasenta mengalami penebalan, dan hasil USGj janin menunjukkan bahwa jantung, hati, limpa, paru janin membengkak.

Setelah bayi lahir, gejala utama hidrops fetalis adalah bengkak pada seluruh tubuh, terutama bagian perut. Selain itu, kulitnya tampak pucat dan bayi terlihat sesak dan kesulitan bernapas. 

Pengobatan Hidrops Fetalis

Hidrops fetalis bisa dideteksi sejak janin masih di dalam kandungan. Namun penanganan saat janin masih di dalam kandungan tidak selalu dapat dilakukan. 

Kadang kala dokter dapat memberikan transfusi darah kepada janin saat masih di dalam kandungan untuk meningkatkan peluangnya bertahan hidup setelah lahir. Namun transfusi ini hanya dilakukan untuk sebagian kasus.

Jika hidrops fetalis sudah diketahui sejak di dalam kandungan, ibu hamil harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap untuk bayi baru lahir. Pengobatan harus dilakukan segera setelah lahir. 

Tindakan yang umumnya perlu dilakukan adalah:

  • Melakukan tindakan torakosentesis, yaitu memasukkan jarum ke rongga dada bayi, untuk mengeluarkan penumpukan cairan di rongga dada yang menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Jika pernapasan bayi sangat terganggu, pemasangan ventilator perlu dilakukan.
  • Obat-obatan untuk mengatasi gagal jantung dan untuk membuang penumpukan cairan melalui ginjal.

Khusus untuk hidrops fetalis tipe imun yang disebabkan karena inkompatibilitas rhesus, bayi juga akan mendapatkan transfusi darah sesuai dengan golongan darahnya sendiri.

Pencegahan Hidrops Fetalis

Tidak semua kasus hidrops fetalis bisa dicegah. Salah satu penyebab hidrops fetalis yang dapat dicegah adalah hidrops fetalis karena inkompatibilitas rhesus. 

Untuk mencegahnya, jika wanita dengan golongan darah rhesus negatif memiliki pasangan dengan golongan darah rhesus positif dan berencana punya anak, sebaiknya berkonsultasilah dahulu dengan dokter kandungan untuk dinilai risikonya mengandung anak dengan hidrops fetalis.