Gangguan Darah

Leukoplakia

dr. Valda Garcia, 22 Okt 2022

Ditinjau Oleh

Leukoplakia adalah plak atau bercak berwarna putih yang ditemukan pada mulut. Apa penyebab leukoplakia dan bagaimana cara mengobatinya? Cek di sini.

Leukoplakia

Leukoplakia

Dokter Spesialis

Dokter Gigi, dokter spesialis penyakit dalam

Gejala

Bercak atau plak berwarna putih pada rongga mulut

Faktor Risiko

Merokok, konsumsi alkohol, infeksi jamur, HIV

Cara Diagnosis

Anamnesis, pemeriksaan fisik

Pengobatan

Berdasarkan penyebab utama yang mendasari, bila perlu antijamur, pembedahan

Obat

Antijamur

Komplikasi

Lesi meluas, gizi kurang

Kapan Harus ke Dokter?

Jika lesi semakin luas, mudah berdarah, penurunan berat badan signifikan

Pengertian Leukoplakia

Leukoplakia adalah plak atau bercak berwarna putih yang ditemukan pada mulut.

Meskipun umumnya muncul di lidah, bercak-bercak ini juga bisa ditemukan di bagian lain di mulut, misalnya langit-langit rongga mulut, gusi, atau bibir.

Bercak yang muncul akibat leukoplakia sering kali mengalami penebalan dan tidak dapat dihilangkan dengan cara digosok.

Perlu diketahui, leukoplakia kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker mulut.

Artikel Lainnya: Kelainan Lidah yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Leukoplakia

Penyebab pasti leukoplakia masih ditelusuri. Akan tetapi, para ahli meyakini kalau penyebab leukoplakia adalah iritasi kronis di mulut.

Gejala Leukoplakia

Gejala leukoplakia tampak dalam bentuk plak berwarna putih yang dapat ditemukan pada lidah (paling sering), dasar mulut, langit-langit mulut, dinding bagian dalam pipi, gusi, dan bibir bawah.

Plak ini berbatas tegas, permukaannya dapat lebih tinggi dibandingkan area sekitarnya, dan tidak dapat dihilangkan walau sudah digosok.

Artikel Lainnya: Penyebab Iritasi Lidah dan Cara Mengatasinya

Faktor Risiko Leukoplakia

Leukoplakia bisa terjadi karena beberapa faktor, yaitu:

  • Merokok. Kebiasaan buruk ini dapat menimbulkan perubahan selaput lendir mulut akibat panas dan zat iritatif dalam rokok
  • Konsumsi alkohol. Minum alkohol berisiko menyebabkan iritasi pada rongga mulut
  • Frictional keratosis atau gesekan berulang dapat mengiritasi selaput lendir mulut. Misalnya, kebiasaan menggigit bagian dalam pipi atau penggunaan gigi palsu yang tidak pas
  • Candidiasis (infeksi jamur)
  • Kekurangan vitamin A atau B
  • HIV yang bisa menyebabkan hairy leukoplakia

Diagnosis Leukoplakia

Untuk menegakkan diagnosis, dokter biasanya akan melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik.

Dokter juga akan langsung melihat bila terjadi gambaran leukoplakia pada mulut pasien untuk menentukan diagnosis.

Pada beberapa kasus bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa biopsi untuk menentukan kondisi sel pada leukoplakia.

Pengobatan Leukoplakia

Beberapa hal bisa dilakukan untuk mengatasi leukoplakia, antara lain:

  • Berhenti merokok
  • Berhenti mengonsumsi alkohol
  • Menjalani pengobatan antijamur, jika masalah disebabkan oleh infeksi jamur
  • Pembedahan dilakukan untuk membuang leukoplakia, terutama disarankan jika hasil pemeriksaan biopsi menemukan sel abnormal pada leukoplakia

Artikel Lainnya: Benarkah Teh Hijau Bisa Mencegah Kanker Mulut? Cek Faktanya

Pencegahan Leukoplakia

Penyakit leukoplakia dapat dicegah dengan cara menjalani pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, hindari atau hentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol.

Komplikasi Leukoplakia

Jika kondisi leukoplakia tidak ditangani dengan baik, infeksi dapat meluas. Jika sudah cukup berat, dapat mengganggu nafsu makan yang dapat menyebabkan penurunan asupan dan bisa berujung pada gizi kurang hingga buruk.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika lesi semakin luas, disertai dengan gejala lain seperti mudah berdarah dan penurunan nafsu makan hingga berat badan turun drastis, sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan mencari tahu penyebab utama keluhan dan dapat mengobatinya sesuai indikasi.

Konsultasikan masalah gigi dan mulut kamu langsung kepada dokter di fitur Tanya Dokter dan Temu Dokter. Jangan tunggu sakit makin parah! #JagaSehatmu sedari dini. 

[HNS/NM]

Bhat, N. et al., 2020. Leukoplakia: A comprehensive review. Asian Pacific Journal of Health Sciences, 7(2), pp.33–35. van der Waal, I., 2019. Oral leukoplakia: Present views on diagnosis, management, communication with patients, and research. Current Oral Health Reports, 6(1), pp.9–13. MIMS