Sukses

Pengertian

Flu tulang bukanlah suatu istilah medis yang baku, namun istilah ini sering kali digunakan masyarakat awam untuk menjelaskan mengenai penyakit Chikungunya. Chikungunya sendiri merupakan penyakit yang disebabkan virus.

Penyakit ini banyak ditemukan pada area tropis, seperti Afrika dan Asia Tenggara.

Penyebab

Penyakit flu tulang atau chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya (CHIKV), yaitu suatu virus alfa yang berasal dari keluarga Togaviridae. Virus ini dapat menulari manusia melalui gigitan nyamuk.

Nyamuk Aedes, seperti Aedes aegypti dan Aedes aebopictus,  merupakan jenis nyamuk yang paling umum menyebarkan virus chikungunya. Nyamuk ini juga diketahui menyebarkan penyakit demam dengue dan DBD. Nyamuk Aedes dapat menggigit seseorang yang sudah terinfeksi dengan virus chikungunya, lalu menyebarkan infeksinya dengan menggigit orang sehat sehingga terkena flu tulang.

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis penyakit flu tulang atau chikungunya, umumnya akan dilakukan anamnesis, terutama seputar gejala, dan pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin diperiksakan adalah:

  • Pemeriksaan darah lengkap: sering kali menunjukkan penurunan limfosit dan trombosit, juga kenaikan kreatinin dan pemeriksaan fungsi hati.
  • Pemeriksaan serologi: pemeriksaan ELISA (enzyme linked immunoassay) untuk menilai antibodi terhadap virus chikungunya. IgM umumnya muncul setelah 5–7 hari mulai gejala penyakit, dan dapat terus dideteksi hingga 3–6 bulan. IgG umumnya muncul setelah 6–10 hari mulai gejala penyakit, dan dapat bertahan hingga beberapa bulan.
  • Kultur virus: umumnya virus dapat ditemukan dalam tubuh dalam tiga hari pertama penyakit.
  • Pemeriksaan molekular: umumnya pemeriksaan RT-PCR, diharapkan dapat mendeteksi RNA virus chikungunya dalam 7–8 hari pertama penyakit.

Gejala

Gejala yang dirasakan oleh penderita flu tulang dapat serupa dengan gejala penyakit dengue. Umumnya gejala muncul dalam 3–7 hari setelah tergigit nyamuk yang menginfeksi dengan virus chikungunya.  Keluhan yang dapat dirasakan, antara lain adalah:

  • Demam akut, umumnya di atas 39° C
  • Polyathralgia: nyeri sendi, umumnya dirasakan pada kedua sisi tubuh dan secara simetris, nyeri sendi yang dirasakan dapat sangat mengganggu. Arthralgia sering kali menyerang sendi-sendi kecil, seperti pergelangan tangan, tangan, dan pergelangan kaki. Nyeri sendi hebat ini dapat membantu membedakan flu tulang dari penyakit dengue.
  • Nyeri kepala
  • Mialgia
  • Artritis
  • Konjungntivitis
  • Mual dan muntah
  • Ruam makulopapular

Gejala yang dirasakan ini umumnya akan membaik dengan sendirinya dalam 7–10 hari. Namun, sekitar 10–12% akan mengalami nyeri tulang yang dirasakan hingga beberapa bulan. Komplikasi dari flu tulang jarang terjadi, namun mencakup uveitis, retinitis, miokarditis, hepatitis, nefritis, meningoencephalitis, Guillian-Barre syndrome, dan sebagainya.

Gejala yang lebih buruk umumnya dirasakan beberapa kelompok penderita. Antara lain bayi yang terpapar virus semasa dalam kandungan, lansia berusia di atas 65 tahun, dan mereka dengan kondisi medis tertentu (darah tinggi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular).

Pengobatan

Flu tulang, seperti umumnya penyakit yang disebabkan virus, akan sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 7–10 hari. Oleh karena itu, tidak ada obat yang diberikan dengan tujuan menyembuhkan, ataupun mempercepat masa penyembuhan flu tulang. Namun, beberapa jenis obat dapat diberikan dengan tujuan meredakan gejala-gejala mengganggu yang dirasakan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan selama masa penyembuhan adalah:

  • Banyak beristirahat
  • Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi
  • Penggunaan obat-obatan jenis OAINS (obat anti inflamasi non-steroid) dapat diberikan untuk meredakan nyeri sendi, jika dipastikan pasien tidak terkena demam dengue
  • Konsumsi paracetamol dapat membantu meredakan nyeri dan menurunkan demam
  • Lindungi diri Anda dari gigitan nyamuk selama minggu pertama penyakit, untuk mencegah penyebaran penyakit