Sukses

Pengertian

Flu Hongkong merupakan suatu penyakit flu yang disebabkan varian dari virus influenza. Varian virus ini tergolong baru, di mana infeksi ini pada manusia baru tercatat sejak tahun 2011. Hingga saat ini, WHO mencatat terjadi peningkatan kasus flu Hongkong sejak pertengahan Mei 2017.

Penyebab

Seperti pada flu lainnya, flu Hongkong juga disebabkan oleh virus atau tepatnya virus serupa influenza A subtipe H3N2. Secara keseluruhan, terdapat tiga tipe virus influenza yang diketahui dapat menginfeksi manusia, yaitu tipe A, B, dan C. Tipe virus ini kemudian dibagi lebih lanjut menjadi subtipe berdasarkan haemagglutinin (H) dan neuraminidase (N).

Virus influenza secara umum sulit diprediksi, karena selalu berubah dan bermutasi. Hal inilah yang menyebabkan timbul banyak varian. Virus ini pada awalnya hanya menginfeksi babi, namun kemudian menjadi virus varian yang dapat menginfeksi manusia.

Virus influenza A mudah menyebar di udara, terutama melalui droplet saat seseorang yang terinfeksi bersin, batuk, atau berbicara. Virus ini kemudian dapat menempel pada berbagai benda di sekitar penderita, misalnya gagang pintu, keran air, remote control, dan sebagainya.

Beberapa golongan lebih rentan terkena dampak yang lebih serius saat terinfeksi flu Hongkong. Golongan tersebut antara lain anak-anak berusia kurang dari 5 tahun, orang dewasa berusia 65 tahun atau lebih, wanita hamil, dan orang dengan kondisi medis jangka panjang (asma, diabetes, penyakit jantung, kekebalan tubuh menurun, dan masalah neurologis).

Diagnosis

Diagnosis klinis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik umumnya sulit membedakan flu Hongkong dengan jenis influenza lainnya. Namun, dapat timbul kecurigaan seseorang terkena flu Hongkong apabila terdapat dua hal berikut:

  • Ada riwayat paparan dengan babi, terutama jika pada babi yang sakit. Paparan ini dapat bersifat kontak langsung (misalnya memberi makan babi, membersihkan kotoran babi) ataupun kontak tidak langsung (misalnya mengunjungi peternakan babi)
  • Adanya kontak dekat (sekitar 6 meter) dengan seseorang sakit yang terpapar babi

Untuk memastikan diagnosis, dapat dilakukan pemeriksaan antigen seperti rapid influenza diagnostic test (RIDT). Namun, pemeriksaan ini tidak memastikan adanya infeksi virus H3N2 (misalnya bisa disebabkan varian virus influenza lainnya). Pemeriksaan lainnya, seperti RT-PCR juga kemungkinan besar dapat mendeteksi infeksi virus influenza A, namun tidak dapat membedakan subtipe H3N2.

Gejala

Gejala dari flu Hongkong serupa dengan gejala influenza pada umumnya. Gejala yang dapat dirasakan antara lain adalah:

  • Demam

  • Batuk

  • Faringitis (radang tenggorokan)

  • Pilek, ingus yang keluar terus, sumbatan pada hidung

  • Myalgia (nyeri otot)

  • Sakit kepala

  • Muntah dan diare, dapat terjadi pada infeksi di anak-anak

Pengobatan

Pengobatan flu Hongkong sangat tergantung dari gejala yang dirasakan. Jika gejala ringan maka dapat diobati secara rawat jalan dengan memberikan pengobatan simtomatik. Hal ini dilakukan dengan tetap memonitor perjalanan penyakit secara ketat. Jika gejala berat maka kemungkinan dibutuhkan rawat inap di rumah sakit. Pasien yang dirawat umumnya diberikan pengobatan antivirus.

Beberapa hal yang dapat dilakukan selama masa pengobatan adalah:

  • Beristirahat yang cukup

  • Mengonsumsi banyak cairan

  • Menghindari masuk kantor atau sekolah, untuk mencegah penularan

  • Menghindari penggunaan antibiotik, kecuali terdapat infeksi bakteri sekunder

Pencegahan

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini adalah:

  • Hindari kontak dengan babi, terutama yang tampak sakit (konsumsi daging babi tidak menularkan flu)
  • Hindari area di mana flu sedang mewabah
  • Rutin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer
  • Perhatikan asupan makanan yang bergizi
  • Lakukan vaksinasi flu, untuk vaksinasi flu 2017-2018 direkomendasikan mengandung tiga komponen, yaitu: Virus serupa influenza A/Michigan/45/2015 (H1N1) pdm09, Virus serupa influenza A/Hongkong/4801/2014 (H3N2), Virus serupa influenza B/Brishbane/60/2008