Sukses

Pengertian Fisura Ani

Pengertian Fisura Ani

Fisura ani merupakan istilah medis yang menggambarkan adanya robekan di lapisan anus. Kondisi ini bukanlah suatu penyakit yang berbahaya, namun dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Jika tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi berupa fisura ani yang perlu diatasi dengan tindakan pembedahan.

Berdasarkan waktunya, fisura ani dibagi menjadi dua, yaitu fisura ani akut dan kronik. Fisura ani disebut akut jika terjadi dalam waktu kurang dari 8 minggu. Sementara itu, pada fisura ani kronik, fisura telah terbentuk selama lebih dari 8–12 minggu. Pada kondisi yang kronik, sudah terbentuk jaringan parut di daerah anus, sehingga pengobatannya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Artikel Lainnya: Bokong Terasa Sakit, Hati-Hati dengan 5 Penyakit di Anus Ini

Penyebab Fisura Ani

Penyakit Fisura Ani (Piyapong Thongcharoen/123rf)

Pada fisura ani, terdapat luka pada lapisan dalam anus. Penyebab fisura ani yang paling sering terjadi adalah karena feses yang besar dan keras yang keluar melalui anus. Feses seperti ini menyebabkan anus meregang secara berlebihan sehingga lapisan dalamnya robek. Namun demikian, kondisi diare juga bisa menjadi penyebab fisura ani.

Kondisi medis lain yang menjadi penyebab fisura ani adalah:

  • Penyakit Crohn dan colitis ulseratif, yaitu peradangan di saluran pencernaan, khususnya di usus halus, usus besar, dan rektum (saluran yang menghubungkan antara usus besar dan anus) yang disebabkan karena gangguan imunologi
  • Infeksi tuberkulosis di saluran pencernaan
  • Leukemia (kanker sel darah putih)
  • Kanker anus
  • Sifilis yang terjadi di daerah anus

Artikel Lainnya: Abses Anus, Ketika Pantat Terasa Sakit saat Duduk

Gejala Fisura Ani

Gejala Fisura Ani

Gejala fisura ani adalah adanya nyeri di daerah anus dan umumnya disertai dengan keluarnya darah saat buang air besar. Nyeri dirasakan terutama saat buang air besar, dan beberapa menit hingga beberapa jam setelahnya. Di luar waktu tersebut, umumnya nyeri di daerah anus tidak dirasakan sama sekali.

Gejala fisura ani yang sangat jelas adalah penderita akan merasakan nyeri saat buang air besar biasanya amat hebat, sampai bisa membuat penderitanya merasa takut untuk buang air besar lagi karena khawatir pada serangan nyeri tersebut.

Diagnosis Fisura Ani

Diagnosis Fisura Ani

Untuk memastikan diagnosis fisura ani, dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik, terutama di daerah anus. Biasanya tak diperlukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan darah atau endoskopi untuk memastikan adanya fisura ani.

Karena gejalanya yang mirip dengan wasir (hemoroid), maka dokter umumnya harus memeriksa daerah anus dengan saksama untuk menghindari salah diagnosis. Hal yang membedakan pada fisura ani adalah adanya robekan di daerah anus. Sementara pada hemoroid, terdapat benjolan di luar lubang anus atau di bagian dalamnya.

Artikel Lainnya: Ada Bisul di Anus (Abses Perianal), Apakah Seks Anal Penyebabnya?

Pengobatan Fisura Ani

Pengobatan Fisura Ani

Pengobatan fisura ani biasanya bertujuan untuk melunakkan feses. Feses yang lunak akan membantu lapisan anus untuk dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu yang cepat.

Untuk pengobatan fisura ani dengan melunakkan feses, beberapa hal berikut ini akan disarankan dokter:

  • Mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup (setidaknya 25–35 gram serat per hari)
  • Mengonsumsi banyak air putih 1,5–2 liter per hari
  • Menggunakan obat pelunak feses sesuai resep dokter

Selain itu, kadang dokter juga akan memberikan obat fisura ani yaitu anestesi yang mengandung lidokain untuk mengurangi nyeri. Obat ini dioleskan di sekitar anus. Tak hanya itu, berendam di dalam air hangat selama 10–20 menit beberapa kali sehari juga bisa membantu merelaksasi otot anus sehingga nyeri berkurang dan membantu mempercepat penyembuhan.

Artikel Lainnya: Bengkak di Anus? Waspadai Gejala Abses Anus

Dokter juga dapat memberikan obat fisura ani dengan obat oles yang mengandung nitrogliserin. Obat firusa ani ini akan membantu merelaksasi otot anus dan meningkatkan aliran darah ke daerah anus yang mengalami robekan, sehingga membantu penyembuhan fisura ani. Nitrogliserin biasanya diberikan khususnya untuk kasus fisura ani yang kronik.

Tindakan bedah untuk fisura ani umumnya hanya dilakukan untuk kasus fisura ani kronik yang tidak membaik dengan pengobatan yang sudah dilakukan.

Pencegahan Fisura Ani

Pencegahan Fisura Ani

Untuk mencegah fisura ani, pola hidup sehat seperti aktif bergerak, konsumsi air putih dan serat dalam jumlah yang cukup setiap hari, perlu dilakukan.