Sukses

Pengertian Emboli Paru

Emboli paru terjadi apabila terdapat bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah arteri pada paru-paru. Kondisi ini akan mengakibatkan terjadinya hambatan aliran darah ke sebagian paru-paru.

Bekuan darah paling sering terjadi pada tungkai dan naik melalui sisi kanan jantung menuju paru-paru. Sumbatan yang terjadi akibat bekuan darah dapat mengancam jiwa karena menghambat aliran darah untuk mencapai paru-paru.

Penyebab Emboli Paru

Emboli paru terjadi apabila arteri yang membawa aliran darah menuju paru-paru mengalami penyumbatan. Sumbatan ini paling sering diakibatkan oleh bekuan darah.

Bekuan darah tersebut dapat timbul akibat beberapa penyebab, seperti:

  • Aktivitas fisik rendah. Aktivitas fisik yang rendah dapat menyebabkan darah berkumpul di bagian bawah tubuh, terutama tungkai bawah.

Seseorang yang tidak bergerak dalam jangka waktu cukup lama dapat mengalami kondisi aliran darah yang melambat. Hal ini terutama terjadi pada individu setelah mengalami penyakit berat seperti stroke, pasca operasi atau cedera, atau saat bepergian jarak jauh menggunakan pesawat terbang, kereta, atau mobil.

  • Kerusakan pembuluh darah. Saat terjadi kerusakan pembuluh darah, lapisan dalam pembuluh darah dapat mengalami penyempitan atau penyumbatan.

Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah. Kerusakan pembuluh darah tersebut dapat timbul akibat cedera seperti patah tulang atau kerusakan otot yang berat.

  • Kelainan pembekuan darah. Kelainan pembekuan darah menyebabkan pembentukan bekuan darah menjadi lebih mudah timbul. Bekuan darah ini juga meningkatkan risiko terjadinya emboli paru. Kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya bekuan darah dalam tubuh misalnya kanker atau gagal jantung.

Beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko terjadinya emboli paru, seperti usia di atas 60 tahun, memiliki riwayat bekuan darah dalam tubuh, memiliki anggota keluarga dengan riwayat bekuan darah dalam tubuh, kelebihan berat badan atau obesitas, kehamilan, dan merokok.

Emboli Paru

Gejala Emboli Paru

Gejala emboli paru dapat berbeda pada masing-masing orang. Bekuan darah yang kecil juga terkadang tidak menunjukkan gejala tertentu.

Beberapa gejala yang dapat terjadi pada emboli paru adalah:

  • Nyeri dada atau punggung atas dengan rasa nyeri yang tajam, seperti ditusuk-tusuk, yang semakin memberat saat menarik napas.
  • Sesak napas, yang bisa timbul secara mendadak atau semakin memberat secara perlahan.
  • Batuk kering atau batuk darah.
  • Merasa pusing atau lemas.
  • Pingsan.

Sebagian besar kasus emboli paru terjadi akibat terdapatnya bekuan darah pada tungkai, yang dikenal dengan istilah deep vein thrombosis (DVT), yang terlepas dan mengikuti aliran darah ke arah paru-paru. Dengan demikian, individu yang mengalami emboli paru juga dapat menunjukkan gejala DVT, seperti nyeri, kemerahan, dan pembengkakan pada salah satu tungkai.

Diagnosis Emboli Paru

Terkadang dokter menemui kesulitan untuk menentukan diagnosis emboli paru. Hal ini disebabkan karena gejala yang bisa berbeda pada masing-masing orang dan tanda-tanda yang menyerupai beberapa kondisi medis lainnya.

Emboli paru patut dicurigai terjadi bila terdapat salah satu atau lebih faktor risiko, seperti usia di atas 60 tahun atau memiliki riwayat bekuan darah sebelumnya, mengalami DVT, dan tidak ada kemungkinan penyebab lainnya.

Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk membantu menentukan apakah seseorang mengalami emboli paru. Pemeriksaan darah bisa dilakukan, salah satunya untuk mengidentifikasi kadar D-dimer, yang merupakan protein yang ditemukan dalam darah pada saat terjadi pemecahan bekuan darah. Pemeriksaan D-dimer dapat digunakan untuk mendiagnosis adanya kelainan pembekuan darah seperti trombosis (kondisi adanya bekuan darah yang melekat pada pembuluh darah).

Pemeriksaan penunjang seperti Computerized Tomography Pulmonary Angiography (CTPA) dan Ventilation-Perfusion Scan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi struktur organ tubuh serta aliran udara dan darah pada paru-paru.

Penanganan Emboli Paru

Penanganan utama emboli paru adalah dengan menggunakan antikoagulan, yang merupakan cara mudah untuk mencegah terjadinya bekuan darah pada tubuh. Antikoagulan dapat mencegah pembesaran ukuran bekuan darah sambil tubuh menyerapnya secara perlahan.

Selain itu, pengobatan ini juga mengurangi risiko terjadinya bekuan darah di kemudian hari. Terkadang, dibutuhkan pula penanganan lain untuk mengangkat atau memecah bekuan darah. Ini dapat dilakukan dengan pengobatan yang disebut trombolitik, atau, lebih jarang lagi, prosedur pembedahan.

Pencegahan Emboli Paru

Risiko terjadinya emboli paru dapat dikurangi dengan menerapkan beberapa strategi. Salah satu yang mungkin dianjurkan dokter adalah mengonsumsi antikoagulan. Obat ini mengubah struktur kimia darah sehingga bekuan darah tidak mudah timbul.

Selain itu, individu yang memiliki kecenderungan mengalami DVT biasanya disarankan untuk menggunakan stocking kompresi. Hal ini dapat membantu aliran darah melaju lebih cepat pada tungkai, sehingga mengurangi risiko terjadinya bekuan darah.

Langkah lain yang juga dapat Anda lakukan adalah meningkatkan mobilitas, menghindari merokok, menjalani pola diet gizi seimbang yang rendah lemak dan kaya akan buah-buahan dan sayur-sayuran, melakukan aktivitas fisik secara rutin, dan menjaga berat badan agar tetap ideal.