Sukses

Pengertian

Dermatilomania merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan adanya keinginan untuk menyentuh, menggaruk, atau mencakar kulit sendiri secara repetitif. Penyakit ini yang juga dikenal dengan istilah compulsive skin picking atau excoriation disorder.

Kondisi ini merupakan salah satu jenis dari gangguan pengendalian impuls. Perbedaan dari dermatilomania dan kebiasaan menggaruk yang ada pada kelainan kulit lain adalah perilaku ini umumnya dilakukan selama jangka panjang, menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan, serta menyebabkan individu mengalami distres serta disfungsi yang signifikan.

Penyebab

Penyebab dari dermatilomania belum diketahui secara pasti. Namun, diduga terdapat faktor genetik yang turut berperan atas terjadinya kondisi ini. Sebagian orang dengan dermatilomania tampak memiliki kecenderungan bawaan terhadap kondisi tertentu seperti mencakar kulit atau menarik rambut, serta kelainan suasana hati dan ansietas, bila terdapat anggota keluarga dekat yang mengalami keluhan yang serupa.

Faktor lain, seperti temperamen individual, stres, dan usia juga berperan dalam perkembangan dari kondisi ini. Perilaku pencakaran kulit yang terus menerus sering kali timbul bersamaan dengan awal dari pubertas.

Dermatilomania dapat juga dikaitkan dengan perilaku yang digunakan sebagai cara untuk menghindari kejadian yang memicu stres atau untuk melepas rasa tegang yang meningkat akibat dari emosi negatif. Contohnya tidak sabar, frustrasi, sering merasa tidak puas, atau bahkan rasa bosan.

Penyakit Dermatillomania (Tetiana Mandziuk/Shutterstock)

Gejala

Tindakan mencakar kulit yang repetitif pada penderita dermatilomania juga mencakup menarik, mencakar, ataupun menggigit kulit yang sehat maupun yang mengalami kelainan dari berbagai bagian tubuh. Bagian tubuh yang paling sering mengalaminya adalah wajah, tangan, jari-jari, lengan, dan tungkai.

Perilaku ini, walaupun sering kali timbul pada masa remaja, sebenarnya dapat terjadi pada usia berapa pun. Umumnya, dermatilomania menyebabkan terjadinya kerusakan kulit yang jelas serta perubahan bentuk, perubahan warna, luka terbuka, jaringan parut, atau infeksi. Kondisi ini merupakan kondisi jangka panjang, walaupun perilaku tersebut dapat hilang dan timbul seiring dengan berjalannya waktu.

Ansietas, depresi, rasa malu, atau asa takut terekspos dapat menyebabkan seseorang untuk mencoba menyembunyikan kulit yang terlibat dengan make up, pakaian, atau dengan cara lain. Kondisi ini juga dapat memengaruhi interaksi sosial normal yang menyebabkan terjadinya hubungan yang tidak nyaman dengan anggota keluarga dan teman.

Diagnosis

Bila tanda dan gejala dari dermatilomania mengganggu aktivitas sehari-hari, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter secara langsung. Diagnosis dini dari kondisi ini dapat membantu menangani keluhan dengan lebih baik.

Diagnosis dari dermatilomania umumnya ditentukan dari hasil wawancara medis yang mendetail serta pemeriksaan fisik secara langsung oleh dokter.

Penanganan

Orang yang mengalami kondisi ini sering kali mencoba untuk menghentikan perilakunya berulang kali, namun mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan oleh rasa malu yang dikaitkan dengan dermatilomania, yang dapat mencegah orang tersebut untuk mencari pengobatan.

Beberapa teknik penanganan yang dapat dilakukan untuk dermatilomania mencakup terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioural therapy (CBT), terapi reversal kebiasaan, dan berbagai jenis terapi lainnya. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa obat-obatan golongan tertentu dapat membantu meringankan keluhan.

Pencegahan

Karena penyebab dari dermatilomania belum diketahui secara pasti, belum ada strategi yang diketahui efektif secara sepenuhnya dalam mencegah kondisi ini. Namun, penanganan yang baik dapat mencegah tanda dan gejala untuk timbul kembali.