Sukses

Pengertian Cedera Tendon Achilles

Cedera tendon Achilles dapat dialami siapa saja dan kapan saja. Tendon pada dasarnya merupakan suatu struktur yang menghubungkan antara tulang dengan otot. Fungsinya sebenarnya mirip dengan tali pengikat yang sifatnya fleksibel, namun tidak elastis. Karena sifatnya ini, tulang bisa digerakkan dengan baik namun tetap terkontrol hingga batasan tertentu.

Di dalam tubuh manusia, tendon yang memiliki ukuran terbesar adalah tendon Achilles. Tendon ini menghubungkan tulang di tumit dengan otot betis. Tendon ini dapat dengan mudah diraba, tepat di atas tulang tumit. Keberadaan tendon ini membuat gerakan jinjit dapat dengan mudah dilakukan.

Karena suatu sebab, tendon ini dapat mengalami cedera –mulai dari cedera ringan hingga terputus sama sekali. Tidak hanya pada atlet, cedera tendon Achilles juga dapat dialami siapa pun, dalam aktivitasnya sehari-hari. 

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami cedera tendon Achilles. Faktor risiko tersebut berupa:

  • Pria
  • Lansia
  • Memiliki bentuk telapak kaki yang datar
  • Obesitas
  • Penggunaan sepatu lari yang tidak tepat
  • Menderita psoriasis dan memiliki tekanan darah tinggi
  • Sedang mengonsumsi antibiotik jenis fluoroquinolon

Cedera Tendon Achilles (Aksanaku/Shutterstock)

Diagnosis Cedera Tendon Achilles

Untuk menegakkan diagnosis, diperlukan pemeriksaan fisik pada tendon yang mengalami cedera. Selain melihat adanya pembengkakan, kemerahan, dan gestur tubuh yang terganggu ketika berjalan, dokter juga akan melakukan squeeze test

Squeeze test dilakukan dengan menekan tendon yang sehat dengan ringan. Penekanan tendon ini akan menggerakkan tumit dan punggung kaki. Pemeriksaan yang sama berikutnya dilakukan pada tendon yang mengalami cedera. 

Dengan penekanan ini, tendon yang mengalami peradangan akan terasa nyeri namun kaki masih dapat bergerak. Beda halnya bila tendon ternyata mengalami rupture atau putus. Penekanan pada tendon tidak akan menyebabkan pergerakan kaki karena struktur yang menghubungkan tumit dengan betis sudah tidak lagi menyatu. 

Penyebab Cedera Tendon Achilles

Cedera tendon Achilles umumnya terjadi ketika tumit digerakkan cepat secara atau ekstrem tiba- tiba. Gerakan seperti ini kebanyakan dilakukan pada:

  • Lari
  • Olahraga gimnastik
  • Menari
  • Sepak bola
  • Bola basket
  • Softball
  • Baseball
  • Tenis
  • Voli

Selain olahraga, cedera tendon juga dapat dialami akibat aktivitas sehari- hari. Misalnya pada wanita yang terbiasa menggunakan sepatu dengan hak tinggi.

Gejala Cedera Tendon Achilles

Gejala utama yang dirasakan pada cedera tendon Achilles adalah nyeri. Nyeri ini semakin memberat ketika tendon diregangkan atau dalam posisi berjinjit. 

Bila hanya karena cedera ringan, rasa nyeri dan peradangan yang terjadi akan semakin membaik dari waktu ke waktu. Namun bila cedera mengakibatkan rupture atau putusnya tendon Achilles, rasa nyeri akan menetap akan bahkan semakin memberat. 

Selain nyeri, gejala cedera tendon Achilles yang lain adalah bengkak dan merah.

Pengobatan Cedera Tendon Achilles

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pada cedera ringan, peradangan tendon Achilles akan membaik dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. 

Untuk membantu mempercepat pemulihan ini, seseorang yang mengalami cedera tendon Achilles dapat melakukan R-I-C-E, yaitu:

  • Rest atau mengistirahatkan kaki yang cedera, menggunakan tongkat penopang bila dibutuhkan.
  • Ice yaitu menempelkan es pada area yang sakit setidaknya selama 20 menit.
  • Compress yang dilakukan dengan melilitkan bebat elastis pada pergelangan kaki yang sakit untuk meredakan bengkak.
  • Elevate atau mengangkat kaki yang nyeri lebih tinggi. Tujuannya untuk memperbaiki aliran darah balik sehingga bengkak dan nyeri dapat diminimalkan.

Selain dengan RICE, nyeri dan peradangan juga dapat bantu diatasi dengan konsumsi obat anti nyeri seperti ibuprofen, penggunaan sol tambahan yang khusus dirancang untuk meredam tekanan tumit dan fisioterapi.

Pada cedera tendon Achilles yang menyebabkan putus atau rupture umumnya diperlukan operasi penyambungan kembali dan fisioterapi setelah operasi.

Komplikasi Cedera Tendon Achilles

Cedera yang dialami dapat membuat tendon Achilles rapuh dan mudah rupture. Oleh karena itu, setiap orang yang mengalami cedera pada tendon Achilles harus benar-benar berhati-hati dalam beraktivitas. 

Usahakan mengistirahatkan total kaki yang cedera dan segera memeriksakan diri bila nyeri yang dirasakan tidak kunjung membaik atau justru memberat dari waktu ke waktu.

Pencegahan Cedera Tendon Achilles

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah cedera tendon Achilles, seperti:

  • Membatasi lari dengan lintasan menanjak
  • Berolahraga dengan sepatu yang tepat dan mampu menopang tumit dengan optimal
  • Menghindari penggunaan sepatu dengan hak tinggi
  • Melakukan pemanasan sebelum berolahraga
  • Stop pergerakan bila merasa nyeri atau kram di area tumit