Sukses

Pengertian Zocor

Zocor merupakan obat dislipidemik berbentuk tablet salut selaput yang di produksi oleh Merck Sharp dan Dohme Pharma. Obat ini mengandung Simvastatin yang diindikasikan untuk pengobatan hiperlipidemia (kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi atau tidak normal). Mekanisme kerja obat ini adalah sebagai inhibitor kompetitif HMG-CoA reduktase, enzim yang mengkatalisis langkah awal dan pembatasan laju dalam biosintesis kolesterol. Obat ini dapat mengurangi kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol HDL.

Keterangan Zocor

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Agen Dislipidemik
  • Kandungan : Simvastatin
  • Bentuk : Tablet Salut Selaput 40 mg
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Dus, 2 Strip @ 15 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi : Merck Sharp & Dohme Pharma

Kegunaan Zocor

Zocor diindikasikan untuk menurunkan kadar kolesterol.

Dosis & Cara Penggunaan Zocor

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Mengurangi Risiko Kardiovaskular
Dewasa: Pasien berisiko tinggi (misalnya: pasien dengan diabetes melitus atau aterosklerotik CV): 20-40 mg 1 x sehari.
Pasien dengan risiko sedang: 10 mg 1 x sehari.

Hyperlipidaemia
Dewasa:
Dosis awal: 10-20 mg 1 x sehari.

Pasien dengan risiko cardiovaskular tinggi atau memerlukan penurunan besar kadar kolesterol:
Dosia awal: 40 mg 1 x sehari. Dosis dapat disesuaikan dengan kondisi pasien pada interval minimal 4 minggu hingga maksimal 80 mg 1 x sehari.
Semua dosis harus diminum di malam hari.

Pasien dengan Hiperkolesterolemia Familial Homozigot:
1 tablet 1 x sehari di malam hari atau 2 tablet / hari dalam 3 dosis terbagi 20 mg, 20 mg dan dosis malam 40 mg.

Anak
Hypercholesterolaemia familial heterozigot:
Anak Usia 10-17 tahun: Dosis awal: 10 mg sehari 1 x, dosis dapat ditingkatkan dengan interval 4 minggu hingga maksimal 40 mg / hari. Semua dosis diminum sore hari.

Efek Samping Zocor

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Zocor, antara lain:

  • Sakit kepala, mual.
  • Perut kembung, mulas, sakit perut, diare atau sembelit.
  • Ruam kulit.
  • Peningkatan konsentrasi serum aminotranferase reversibel.
  • Trombositopenia (penurunan jumlah trombosit dalam darah).
  • Kebotakan.
  • Rhabdomyolysis dan miopati terkait dosis (misalnya: nyeri otot, kelemahan otot, dan urin gelap).
  • Dermatomiositis dan polimiositis, dan miastenia gravis (penyakit autoimun kronis).
  • Gangguan fungsi kognitif.
  • Kekeruhan lensa.
  • Penglihatan kabur.
  • Pusing.
  • Disfungsi seksual.
  • Insomnia.

Kontraindikasi:

  • Tidak bleh diberikan pada penderita penyakit hati akut atau peningkatan transaminase serum persisten yang tidak dapat dijelaskan.
  • Pasien keturunan Cina sebaiknya tidak menggunakan simvastatin 80 mg / hari dengan dosis modifikasi produk yang mengandung niacin (≥1 g).
  • Simvastatin 80 mg tidak boleh dimulai pada pasien baru dan mereka yang menggunakan dosis rendah.
  • Penggunaan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 yang kuat, misalnya: itraconazole, ketoconazole, posaconazole, clarithromycin, erythromycin, telithromycin, nefazodone, penghambat protease HIV (misalnya: nelfinavir), boceprivir, telaprevir, gemfibrozil, ciclosporin, danazol, jus jeruk bali.
  • Tidak boleh diberika pada wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat:

  • Dapat meningkatkan risiko perdarahan jika digunakan bersamaan dengan antikoagulan.
  • Mengurangi kadar serum jika digunakan bersamaan dengan bosentan, efavirenz, dan rifampisin.
  • Meningkatkan risiko miopati dan rhabdomiolisis jika digunakan bersamaan dengan kolkisin, amiodaron, verapamil, dan diltiazem.
  • Meningkatkan risiko miopati jika digunakan bersamaan dengan amlodipine, asam fusidic.
  • Potensi pengurangan efek sitotoksik rituximab. Meningkatkan hepatotoksisitas jika digunakan bersamaan dengan ezetimibe.
  • Berpotensi Fatal: Penggunaan bersamaan dengan itrakonazol, ketokonazol, posaconazole, klaritromisin, erythromycin, telithromycin, nefazodone, niasazin, HIV protease inhibitor (misalnya: Nelfinavir), boceprivir, telaprevir, gemfibrozil meningkatkan risiko kolesko gagal ginjal.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Zocor ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Artikel
    Penyakit Terkait