Sukses

Pengertian Zithromax

Zithromax merupakan antibiotik yang diproduksi oleh Pfizer Indonesia. Obat ini mengandung Azithromycin dihydrate yang diindikasikan untuk terapi pengobatan infeksi sistemik, infeksi saluran pernapasan atas dan saluran pernapasan bawah, infeksi kulit dan struktur kulit, uretritis (pembengkakan yang terjadi pada uretra) dan servisitis (peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim) non-gonokokal dan servisitis akibat Chlamydia trachomatis. Zithromax bekerja dengan cara membunuh bakteri atau mencegah pertumbuhan bakteri.

Keterangan Zithromax

  1. Zithromax Tablet

    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Antibiotik Makrolida
    • Kandungan : Azithromycin dihydrate 500 mg
    • Bentuk : Tablet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan : Blister
    • Kemasan : Dus, Blister @ 3 Tablet Salut Selaput
    • Farmasi : Pfizer Indonesia
  2. Zithromax Kaplet
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Antibiotik Makrolida
    • Kandungan : Azithromycin dihydrate 250 mg
    • Bentuk : Kaplet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan : Blister
    • Kemasan : Dus, Blister @ 6 Tablet Salut Selaput
    • Farmasi : Pfizer Indonesia
  3. Zithromax Sirup Kering 
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Antibiotik Makrolida
    • Kandungan : Azithromycin dihydrate 200 mg/ 5 ml
    • Bentuk : Sirup Kering
    • Satuan Penjualan : Botol
    • Kemasan: Botol @ 15 ml
    • Farmasi : Pfizer Indonesia
  4. Zithromax Infus
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Antibiotik Makrolida
    • Kandungan : Azithromycin dihydrate 500 mg/ vial
    • Bentuk : Serbuk Infus
    • Satuan Penjualan : Vial
    • Kemasan: Vial @ 500 mg
    • Farmasi : Pfizer Indonesia

Kegunaan Zithromax

Zithromax di gunakan untuk terapi pengobatan infeksi sistemik, infeksi saluran pernapasan atas dan saluran pernapasan bawah, infeksi kulit dan struktur kulit, pembengkakan yang terjadi pada uretra, dan peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim non-gonokokal dan servisitis akibat Chlamydia trachomatis.

Dosis & Cara Penggunaan Zithromax

Zithromax merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter:

  1. Zithromax Tablet
    • Dewasa (termasuk manula): Infeksi Menular Seksual: diberikan dosis 2 tablet sebagai dosis oral tunggal.
    • Dewasa (termasuk manula): Semua indikasi lain: 1 tablet, diminum 1 kali sehari selama 3 hari.
    • Anak-anak: 10 mg / kg berat badan setiap hari sebagai dosis harian tunggal selama 3 hari.
  2. Zithromax Kaplet
    • Dewasa (termasuk manula): Infeksi Menular Seksual: diberikan dosis 4 tablet sebagai dosis oral tunggal.
    • Dewasa (termasuk manula): Semua indikasi lain: 2 tablet, diminum 1 kali sehari selama 3 hari.
    • Anak-anak: 10 mg / kg berat badan setiap hari sebagai dosis harian tunggal selama 3 hari.
  3. Zithromax Sirup Kering
    • Pasien dengan berat badan 36-45 kg: di berikan 2 sendok takar (10 mL), di minum 1 kali sehari selama 3 hari.
    • Pasien dengan berat badan 26-35 kg: di berikan 1 1/2 sendok takar (7,5 mL), di minum 1 kali sehari selama 3 hari.
    • Pasien dengan berat badan 15-25 kg: di berikan 1 sendok takar (5 mL), di minum 1 kali sehari selama 3 hari.
  4. Zithromax Intravena (melalui pembuluh darah)
    • Pasien dewasa dengan penyakit Pneumonia: di berikan 500 mg sebagai dosis tunggal minimal 2 hari melalui infus intravena. Di lanjutkan dengan pemberian azitromisin oral 500 mg sebagai dosis tunggal harian untuk menyelesaikan terapi 7-10 hari.
    • Pasien dengan penyakit radang panggul: di berikan 500 mg sebagai dosis tunggal selama 1-2 harimelalui infus intravena. Di lanjutkan dengan azitromisin oral, dosis tunggal 250 mg setiap hari untuk menyelesaikan terapi selama 7 hari.

Efek Samping Zithromax

  • Mual, muntah
  • Perut tidak nyaman
  • Perut kembung
  • Diare dan buang air besar
  • Gangguan pendengaran
  • Gagal ginjal akut
  • Pusing / vertigo, sakit kepala

Kontra Indikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap azitromisin, eritromisin, atau antibiotik makrolide atau ketolide lainnya.

Interaksi Obat

  • Tidak boleh diberikan bersamaan dengan Teofilin, warfarin, karbamazepin, ergot alkaloid, siklosporin, antasid, simetidin, metilprednisolon, zidovudine, dideoksiosinat, atorvastatin, antikoagulan oral, efavirenz, flukonazol, indinavir, midazol sirup.
  • Peningkatan kadar serum jika diberikan bersamaan dengan digoxin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Zithromax ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait