Sukses

Pengertian Zitanid

Zitanid merupakan obat yang mengandung Tizanidine. Zitanid digunakan untuk mengurangi ketegangan pada pasien dengan multiple sclerosis (penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat, terutama otak, saraf tulang belakang, dan saraf mata) atau cedera atau penyakit sumsum tulang belakang. Zitanid bekerja pada sistem saraf dengan cara menenangkan otot yang sakit agar kembali relaks dan mengurangi risiko munculnya rasa sakit pada penderita.

Keterangan Zitanid

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Relaksan Otot
  • Kandungan: Tizanidine 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Novell Pharmaceutical

Kegunaan Zitanid

Zitanid digunakan untuk mengurangi ketegangan pada pasien dengan multiple sclerosis atau cedera atau penyakit sumsum tulang belakang.

Dosis & Cara Penggunaan Zitanid

Zitanid merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter:

Pada pasien dengan multiple sclerosis atau cedera atau penyakit sumsum tulang belakang:
Dosis awal: 1 tablet sebagai dosis tunggal, dosis dapat di tingkatkan sesuai dengan kebutuhan pasien dan respons dengan peningkatan dosis menjadi 1-2 tablet setiap hari pada setelah pemberian obat selama 3-4 hari. Dosis harus diminum dalam 3-4 dosis terbagi. Dosis umum: 12 tablet (24 mg) setiap hari. Maksimal: 18 tablet (36 mg) setiap hari.

Efek Samping Zitanid

  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Mulut kering
  • Infeksi
  • Peningkatan enzim hati
  • Pusing
  • Mengantuk

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Zitanid pada pasien:

  • Penggunaan bersamaan dengan inhibitor CYP1A2 yang poten (misalnya: Fluvoxamine, ciprofloxacin).
  • Penderita gangguan hati.

Interaksi Obat

  • Efek sistem saraf pusat meningkat jika diberikan bersamaan dengan obat penenang dan depresan sistem saraf pusat lainnya (misalnya: Benzodiazepin, opioid, TCA).
  • Peningkatan efek hipotensi, rebound hipertensi dan takikardia jika diberikan bersamaan dengan β-adrenoceptor blocker, digoxin.
  • Peningkatan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan kontrasepsi oral.
  • Berpotensi Fatal: Peningkatan konsentrasi serum jika diberikan bersamaan dengan inhibitor CYP1A2 yang poten (misalnya: Fluvoxamine, ciprofloxacin).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Zitanid ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait