Sukses

Penjelasan Singkat Zitanid

Obat Zitanid sering diresepkan dokter untuk penderita multiple sclerosis. Apa kandungan dan kegunaannya? Berikut ulasan lengkapnya.

Zitanid untuk Penderita Multiple Sclerosis

Zitanid

Golongan: Obat Keras
Kategori Obat: Relaksan Otot
Dikonsumsi oleh: Dewasa
Bentuk obat: Tablet
Zitanid untuk ibu hamil dan menyusui:

Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Peringatan Menyusui: Zitanid dapat terserap ke dalam ASI. Hindari menggunakan suplemen ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Pengertian Zitanid

Zitanid adalah sediaan obat yang mengandung tizanidine hydrochloride.

Zat aktif ini digunakan untuk mengurangi ketegangan dan kekakuan otot hingga gerakan yang sulit dikontrol.

Obat ini sering diresepkan dokter pada pasien multiple sclerosis, penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat, terutama otak, saraf tulang belakang, dan saraf mata, atau cedera sumsum tulang belakang.

Zitanid bekerja pada sistem saraf dengan cara menenangkan otot yang sakit agar kembali rileks, dan mengurangi risiko munculnya rasa sakit pada penderita.

Tergolong obat keras, penggunaan Zitanid harus berdasarkan resep dokter. Cek di sini ulasan lengkapnya.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Relaksan otot
  • Kandungan: Tizanidine 2 mg
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 tablet
  • Farmasi: Novell Pharmaceutical
  • Harga Zitanid: Rp53.000 – Rp88.000/strip (10 tablet)

Kegunaan Zitanid

Obat Zitanid digunakan untuk mengurangi ketegangan otot, misalnya pada kondisi multiple sclerosis atau cedera (penyakit) sumsum tulang belakang.

Artikel Lainnya: Penyakit Autoimun yang Sering Mengintai Anak

Dosis dan Aturan Pakai Zitanid

Zitanid termasuk ke dalam golongan obat keras. Setiap pembeliannya membutuhkan resep dokter.

Tujuan: multiple sclerosis atau cedera sumsum tulang belakang

Bentuk: tablet

  • Dosis awal: 1 tablet sebagai dosis tunggal. Dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan pasien dan respons, dengan peningkatan dosis menjadi 1-2 tablet setiap hari pada setelah pemberian obat selama 3-4 hari. Dosis harus diminum dalam 3-4 dosis terbagi.
  • Dosis umum: 12 tablet (24 mg) setiap hari. Maksimal: 18 tablet (36 mg) setiap hari.

Cara Menggunakan Zitanid

Ikuti petunjuk dokter atau yang tertera di dalam kemasan obat. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa sepengetahuan dokter.

Untuk menghindari lupa mengonsumsi obat, minum Zitanid pada jam yang sama setiap harinya.

Jika Anda melupakan satu dosis, segera minum jika jeda dengan waktu minum selanjutnya masih lama.

Jika sudah pendek, lupakan dosis yang tertinggal.

Tidak disarankan menggandakan dosis pada waktu bersamaan. Zitanid boleh dikonsumsi baik sebelum atau sesudah makan.

Cara Penyimpanan

Simpan tizanidine di tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan pula dari jangkauan anak-anak.

Efek Samping Zitanid

Beberapa risiko efek samping Zitanid tablet yang mungkin terjadi adalah:

  • hipotensi (tekanan darah rendah)
  • mulut kering
  • infeksi
  • peningkatan enzim hati
  • pusing
  • mengantuk

Artikel Lainnya: Waspada, Multiple Sclerosis Bisa Jadi Penyebab Brain Fog

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Zitanid pada pasien:

  • pengguna inhibitor CYP1A2 yang poten (misalnya: fluvoxamine, ciprofloxacin); serta
  • penderita gangguan hati.

Interaksi Obat Zitanid

Obat-obatan berikut dapat berinteraksi apabila dikonsumsi bersama Zitanid.

  • Efek sistem saraf pusat meningkat jika diberikan bersamaan dengan obat penenang dan depresan sistem saraf pusat lainnya, misalnya benzodiazepin, opioid, dan TCA.
  • Peningkatan efek hipotensi, rebound hipertensi dan takikardia jika diberikan bersamaan dengan β-adrenoceptor blocker, digoxin.
  • Peningkatan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan kontrasepsi oral.
  • Pada kondisi yang fatal, terjadi peningkatan konsentrasi serum jika diberikan bersamaan dengan inhibitor CYP1A2 yang poten (misalnya fluvoxamine, ciprofloxacin).

Peringatan dan Perhatian

Hindari mengonsumsi tizanidine jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan fluvoxamine atau ciprofloxacin.

Informasikan dokter jika Anda memiliki riwayat:

Informasikan dokter jika Anda dalam keadaan hamil dan menyusui atau dalam program kehamilan.

Hindari minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan tizanidine, karena akan meningkatkan risiko efek samping.

Jangan mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan, karena obat ini bisa menyebabkan pusing dan sakit kepala.

Kategori Kehamilan

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Zitanid masuk ke dalam kategori C.

Yang artinya, studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik, embriosidal, atau lainnya).

Tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Artikel lainnya: Mengenal Water Therapy untuk Penderita Multiple Sclerosis

Peringatan Kehamilan

Karena masuk kategori C, obat bisa diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum minum obat ini.

Peringatan Menyusui

Zitanid diketahui dapat ikut terserap ke dalam ASI. Hindari menggunakan suplemen ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Penyakit Terkait Zitanid

Rekomendasi Obat Sejenis Zitanid

Yuk, download aplikasi KlikDokter untuk update terus informasi kesehatan lainnya.

(HNS/AYU)

Terakhir Diperbaharui: 24 Januari 2022

Diperbaharui: Apt. Evita Fitriani., S. Farm

Ditinjau: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Referensi:

  • ISO Indonesia (2018).
  • MIMS Indonesia. Diakses 2022.
  • Pionas BPOM. Diakses 2022. Tizanidin.
  • Drugs.com. Diakses 2022. Tizanidine.
Artikel
    Penyakit Terkait