Sukses

Pengertian Zidovudine

Zidovudine adalah obat yang digunakan untuk mengurangi kadar virus HIV di dalam tubuh. Virus HIV menyerang tubuh dengan cara menghancurkan dan menginfeksi sel CD4, apabila sel CD4 sudah banyak terinfeksi maka kekebalan tubuh akan menurun dan mudah terserang berbagai macam penyakit.

Keterangan Zidovudine

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antivirus
  • Kandungan: Zidovudine 100 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Botol Plastik
  • Kemasan: Box, Botol Plastik @ 60 Kapsul
  • Farmasi: Kimia Farma

Merk dagang yang beredar di Indonesia
ZDV.

Kegunaan Zidovudine

Zidovudine digunakan untuk mengatasi pasien yang terinfeksi virus HIV.

Dosis & Cara Penggunaan Zidovudine

Zidovudine merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Zidovudine juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Infeksi HIV
    • Diberikan dosis 250 mg atau 300 mg diminum 2 kali sehari, dan dikombinasikan dengan obat antivirus lainnya.
  2. Pencegahan penularan HIV ibu-janin
    • Diberikan dosis 1 kapsul, diminum 5 kali sehari, dimulai pada minggu ke-14 kehamilan sampai awal persalinan.
  3. Pencegahan infeksi HIV pada neonatus
    • Anak: diberikan dosis 2 mg / kg berat badan setiap 6 jam, mulai dalam 12 jam setelah bayi lahir dan berlanjut selama 6 minggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-25 derajat Celcius. Lindungi dari cahaya, panas, dan kelembaban.

Efek Samping Zidovudine

Efek samping penggunaan Zidovudine yang mungkin terjadi adalah:

  • Nyeri perut bagian atas
  • Mual
  • Muntah, diare, pusing, sakit kepala
  • Demam
  • Ruam pada kulit, alopesia (terjadi kebotakan)
  • Malaise (kelemahan pada otot)
  • Insomnia
  • Batuk
  • Nyeri tulang
  • Abnormal metabolik

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Zidovudine pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif.
  • Pasien yang terkena HIV dan hepatitis B atau C secara bersamaan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Zidovudine ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Pemberian Zidovudine yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti muntah, efek CNS (misalnya: Kelelahan, pusing, mengantuk, lesu, kebingungan), efek hematologis (misalnya: Anemia, penurunan Hb). Hipoplasia sumsum tulang, ataksia ringan, kejang tonik-klonik dan peningkatan konsentrasi serum AST dan ALT juga dapat terjadi.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan suportif dan simtomatik. Induksi emesis dan pemberian arang aktif untuk mencegah penyerapan lebih lanjut dari obat yang belum pulih. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait