Sukses

Pengertian Zetropil

Zetropil adalah obat dalam bentuk sediaan kapsul dan kaplet. Zetropil mengandung zat aktif Piracetam yang digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengobati kelainan terhadap kontraksi otot (mioklonus kortikal), digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif (proses berpikir, kemampuan mengingat) pada penderita insufisiensi serebrokortikal (penurunan fungsi otak). Zetropil bekerja dengan memengaruhi otak dan sistem saraf dengan melindungi korteks serebri agar tidak kekurangan oksigen.

Keterangan Zetropil

  1. Zetropil Kapsul
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Nootropics dan Neurotonics / Neurotrophics
    • Kandungan: Piracetam 400 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kapsul
    • Farmasi: Harsen
  2. Zetropil Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Nootropics dan Neurotonics / Neurotrophics
    • Kandungan: Piracetam 800 mg
    • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Harsen

Kegunaan Zetropil

Zetropil digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengobati kelainan terhadap kontraksi otot, dan meningkatkan kemampuan kognitif pada penderita insufisiensi serebrokortikal.

Dosis & Cara Penggunaan Zetropil

Zeprazol termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dan resep dokter:

  1. Terapi tambahan untuk mengobati kelainan terhadap kontraksi otot
    • Dewasa: Dosis awalnya: diberikan dosis 7,2 g setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi; dosis dapat di tingkatkan 4,8 g setiap 3-4 hari. Maksimal: 24 g setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi.
  2. Meningkatkan kemampuan kognitif pada insufisiensi serebrokortikal
    • Dewasa: diberikan dosis 2,4 g setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi. Untuk kasus yang parah: Hingga 4,8 g setiap hari atau lebih tinggi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Zetropil

Efek samping penggunaan Zeprazol yang mungkin terjadi adalah:

  • Mengantuk
  • Nyeri perut, diare, mual, muntah
  • Gangguan pendarahan
  • Gatal, ruam
  • Gugup
  • Halusinasi
  • Vertigo, sakit kepala
  • Insomnia
  • Epilepsi yang diperburuk, gangguan keseimbangan

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi:

  • Pendarahan otak
  • Gagal ginjal kronis (CrCl <20 mL / menit)
  • Kehamilan dan menyusui

Interaksi Obat

  • Dapat menyebabkan kebingungan, iritabilitas, dan gangguan tidur dengan ekstrak tiroid (T3 dan T4).
  • Peningkatan efek farmakologis dari antikoagulan, antiplatelet (misalnya: Asam asetilsalisilat).
Artikel
    Penyakit Terkait