Sukses

Pengertian Zantac

Zantac merupakan sediaan obat yang mengandung zat aktif Ranitidine HCl. Zantac digunakan untuk menangani gejala dan penyakit akibat produksi asam lambung yang berlebihan. Kelebihan asam lambung dapat membuat dinding sistem pencernaan mengalami iritasi dan peradangan. Zantac bekerja dengan cara menurunkan kadar asam berlebihan yang diproduksi oleh lambung, sehingga rasa sakit dapat reda dan luka pada lambung perlahan-lahan akan sembuh. Zantac tersedia dalam bentuk sediaan Tablet dan Injeksi, obat ini diproduksi oleh GlaxoSmithKline Indonesia.

Keterangan Zantac

  1. Zantac Tablet:
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antasida, Antirefluks, Antiulseran.
    • Kandungan: Ranitidine 75 mg; Ranitidine 150 mg; Ranitidine 300 mg.
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Tablet.
    • Farmasi: GlaxoSmithKline Indonesia PT
  2. Zantac Injeksi:
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antasida, Antirefluks, Antiulseran.
    • Kandungan: Ranitidine 50 Mg/2 ml.
    • Bentuk: Cairan Injeksi.
    • Satuan Penjualan: Ampul.
    • Kemasan: Ampul @2 mL.
    • Farmasi: GlaxoSmithKline Indonesia PT

Kegunaan Zantac

Zantac digunakan untuk mengurangi atau menurunkan produksi asam lambung yang berlebihan yang menyebabkan sakit maag, tukak lambung, nyeri ulu hati serta gangguan pencernaan.

Dosis & Cara Penggunaan Zantac

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran Dokter:

  1. Intravena/ Injeksi
    • Ulserasi stres saluran pencernaan bagian atas
      • Dewasa: 50 mg melalui injeksi intravena lambat sebagai dosis priming, di lanjutkan dengan dosis 0.125-0.25 mg / kgBB / jam sebagai infus intravena kontinu kemudian di alihkan ke dosis oral 150 mg di minum 2 kali sehari.
      • Anak: 1 mg / kgBB (maks: 50 mg) melalui injeksi intravena lambat selama setidaknya 2 menit setiap 6-8 jam atau 0.125-0.25 mg / kgBB / jam sebagai infus terus menerus.
    • Kondisi hipersekresi
      Dewasa: Dosis awal: 1 mg / kgBB/ jam, dosis dapat di tingkatkan sebesar 0,5 mg / kgBB / jam setelah 4 jam jika perlu. Penggunaan Intravena harus dilakukan dengan Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter.
  2. Per Oral
    • Dewasa: 300 mg setiap hari sebelum tidur atau 150 mg di kombinasikan dengan amoksisilin 750 mg dan metronidazol 500 mg, di berikan 3 kali sehari selama 2 minggu. Pengobatan dengan ranitidine harus dilanjutkan selama 2 minggu.
    • Ulserasi lambung dan duodenum:
      • Dewasa: Dosis awalnya: 300 mg setiap hari sebelum tidur atau 150 mg di berikan 2 kali sehari selama 4-8 ​​minggu; 300 mg di berikan 2 kali sehari selama 4 minggu dapat digunakan untuk meningkatkan penyembuhan ulkus duodenum.
        Dosis pemeliharaan: 150 mg setiap hari sebelum tidur. Maksimal: 300 mg di berikan 2 kali sehari.
      • Anak usia 1 bulan - 16 tahun: 4-8 mg / kgBB setiap hari dalam 2 dosis terbagi. Maksimal: 300 mg / hari. Durasi pengobatan: 4-8 minggu.
        Dosis pemeliharaan: 2-4 mg / kgBB sekali sehari. Maksimal: 150 mg / hari.
    • Kondisi hipersekresi
      • Dewasa: Dosis awalnya: 150 mg di berikan 2 kali sehari atau lebih dan dosis dapat di tingkatkan jika diperlukan. Maksimal: 6 g setiap hari.

Efek Samping Zantac

Efek Samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Zantac, antara lain:
- Mual, muntah, ketidaknyamanan perut atau rasa sakit
- Ruam
- Peningkatan kreatinin serum
- Sakit kepala dan pusing.
- Insomnia
- Halusinasi
- Sembelit
- Peningkatan serum aminotransferase (AST dan ALT).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan obat ini pada pasien yang memiliki riwayat porfiria akut.

Interaksi Obat:
- Penyerapan tertunda dan peningkatan konsentrasi serum puncak jika digunakan bersamaan dengan propantheline bromide.
- Ranitidine secara minimal menghambat metabolisme hati antikoagulan kumarin, teofilin, diazepam, dan propanolol.
- Dapat mengubah absorpsi obat yang tergantung pH (misalnya: Ketoconazole, midazolam, glipizide).
- Dapat mengurangi bioavailabilitas jika digunakan bersamaan dengan antasid.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Zantac ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

 

 

Artikel
    Penyakit Terkait