Sukses

Pengertian ZAC

ZAC merupakan sediaan obat yang digunakan untuk mengobati depresi, gangguan kompulsif obsesif, dysphoric pramenstruasi, bumilia nervosa, dan gangguan panik. Setiap kapsul Prozac mengandung Fluoxetine Hydrochloride.

Keterangan ZAC

  • ZAC 10
  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antidepresan
  • Kandungan : Fluoxetine Hydrochloride 10 mg
  • Bentuk : Kapsul
  • Satuan Penjualan : Strip @ 10 Kapsul
  • Kemasan : Strip
  • Farmasi : Ikhapharmindo Putramas
  • ZAC 20
  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antidepresan
  • Kandungan : Fluoxetine Hydrochloride 20 mg
  • Bentuk : Kapsul
  • Satuan Penjualan : Strip @ 10 Kapsul
  • Kemasan : Strip
  • Farmasi : Ikhapharmindo Putramas

Kegunaan ZAC

ZAC adalah obat yang digunakan untuk mengobati depresi, gangguan kompulsif obsesif, dysphoric pramenstruasi, bumilia nervosa, dan gangguan panik.

Dosis & Cara Penggunaan ZAC

ZAC merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan ZAC juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Depresi
Dewasa:
Awalnya, 20 mg sekali sehari. Dapat secara bertahap meningkat hingga maksimal 80 mg setiap hari dalam 2 dosis terbagi, jika tidak ada respons klinis setelah beberapa minggu.
Anak:
≥8 tahun Awalnya, 10 mg setiap hari, dapat meningkat menjadi 20 mg setiap hari setelah 1-2 minggu. Anak dengan berat rendah: Pada awalnya, 10 mg setiap hari, dapat meningkat menjadi 20 mg setiap hari setelah beberapa minggu, hanya jika respons klinis tidak mencukupi.
Lansia:
Maksimal: 60 mg setiap hari.

Gangguan kompulsif obsesif
Dewasa:
Awalnya, 20 mg sekali sehari, meningkat hingga 60 mg setiap hari jika tidak ada respons klinis setelah beberapa minggu. Maks: 80 mg setiap hari dalam 2 dosis terbagi.
Anak:
≥7 tahun Awalnya, 10 mg setiap hari, dapat meningkat menjadi 20 mg setiap hari setelah 2 minggu; tingkatkan lebih lanjut hingga 60 mg setiap hari setelah beberapa minggu sesuai kebutuhan. Anak dengan berat badan rendah: Awalnya, 10 mg setiap hari, dapat meningkat menjadi 20-30 mg setiap hari setelah beberapa minggu, jika diperlukan.
Lansia:
Maksimal: 60 mg setiap hari.

Gangguan dysphoric pramenstruasi
Dewasa:
20 mg setiap hari terus menerus. Atau, 20 mg setiap hari harus dimulai 14 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai hari pertama menstruasi; ulangi setiap siklus.

Bulimia nervosa
Dewasa:
60 mg setiap hari sebagai dosis tunggal atau terbagi.

Gangguan panik
Dewasa:
Awalnya, 10 mg sekali sehari, meningkat menjadi 20 mg setiap hari setelah minggu. Lebih lanjut dapat meningkat menjadi 60 mg setiap hari, jika tidak ada respon klinis setelah beberapa minggu.

Efek Samping ZAC

Efek Samping :
-Insomnia (sulit tertidur)
-Gugup, gelisah, gelisah, tegang
-Gangguan tidur,
-Sakit kepala, pusing, lesu
-Tremor, penglihatan kabur
-Menguap, muntah
-Mulut kering
-Gatal, ruam
-Sering buang air kecil
-Disfungsi ereksi (ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis), gangguan ejakulasi
-Nafsu makan menurun dan libido.

Kontraindikasi :
Bersamaan dengan atau 2 minggu penarikan MAOI.
Penggunaan bersamaan dengan pimozid atau thioridazine.

Interaksi Obat :
Dapat menyebabkan sindrom serotonin dengan obat serotonergik (misal. Triptans, Antidepresan trisiklik (TCA), fentanyl, tramadol, litium, buspirone, triptofan).
Dapat meningkatkan risiko perdarahan dengan aspirin, obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID), warfarin, dan antikoagulan lainnya.
Dapat meningkatkan kadar fenitoin dalam plasma.

Kategori Kehamilan :
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan ZAC dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Pada studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tetapi karena manfaat potensial mungkin beberapa ibu hamil memerlukan penggunaan obat ini. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait