Sukses

Pengertian

Yaz adalah sediaan kontrasepsi oral yang mengandung Ethynilestradiol, Drospirenone dan Plasebo. Yaz digunakan untuk mencegah kehamilan dan menguranigi jerawat, menstruasi tetap sehat, mengurangi anemia. Yaz atau (Ethynilestradiol dan Drospirenone) bekerja dengan cara menghambat ovulasi melalui mekanisme umpan balik negatif pada hipotalamus di mana fase FSH folikuler dan gelombang pertengahan gonadotropin diblokir, sehinga aktivitas antiandrogenik atau penghambat testosteron.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kontrasepsi Oral.
  • Kandungan: Drospirenone 3 mg, ethinylestradiol 0.02 mg.
  • Bentuk: Pil
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @28 Pil.
  • Farmasi: Bayer Indonesia PT - Bayer Healthcare

Kegunaan

Yaz digunakan sebagai kontrasepsi oral dan mencegah kehamilan.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Kontrasepsi oral
    Dewasa:
    Ethinylestradiol 0.02 mg dan drospirenone 3 mg
    Ethinylestradiol 0.03 mg dan drospirenone 3 mg
    Dosis 1 tablet sekali sehari dari paket, sesuai petunjuk. Dosis harus diminum pada waktu yang sama setiap hari.

Efek Samping

  • Mual .
  • Depresi.
  • Nyeri punggung.
  • Diare.
  • Kelainan kandung empedu serta nyeri atau pembengkakan payudara.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Yaz pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Gangguan ginjal dan hati
  • Hipertensi.
  • Wanita hamil
  • Penyakit serebrovaskular (misalnya stroke).
  • Operasi besar dengan imobilisasi berkepanjangan, pendarahan uterus / vagina abnormal.
  • Kanker peka hormon seks, kanker payudara (saat ini atau baru-baru ini), tumor hati.
  • Ketidakcukupan Adrenal
  • Diabetes melitus dengan penyakit pembuluh darah.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Yaz:

  • Dapat meningkatkan tingkat ALT (> 5 kali batas atas normal) dengan penggunaan ombitasvir, paritaprevir, ritonavir dan dasabuvir bersamaan dengan dg atau tanpa ribavirin.
  • Dapat meningkatkan perdarahan terobosan dan atau kegagalan kontrasepsi dengan penginduksi CYP (misal. Barbiturat, bosentan, carbamazepine, fenitoin, primidon, rifampisin, ritonavir, nevirapine, efavirenz).
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma dengan penghambat CYP3A4 yang kuat (misal. Ketoconazole, verapamil, macrolides, diltiazem).
  • Konsentrasi plasma variabel dengan inhibitor protease HIV dan inhibitor transkriptase non-nukleosida.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma siklosporin.
  • Dapat menurunkan konsentrasi lamotrigin dalam plasma.
Artikel
    Penyakit Terkait