Sukses

Pengertian

Xepamet merupakan obat yang mengandung cimetidine. Cimetidine berfungsi untuk mengobati tukak lambung (luka pada dinding lambung), tukak duodenum (luka pada dinding usus 12 jari), refluks esofagus (naiknya asam lambung ke kerongkongan). Xepamet bekerja dengan cara menghalangi aksi histamin pada reseptor histamin H2 dari sel sel pariental dalam lambung. Reseptor histamin H2 H2 berperan dalam reaksi kimia yang menyebabkan meningkatnya produksi asam lambung.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas terapi: Antasida, Antirefluks dan Antiulserasi
  • kandungan: Cimetidine 200 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Metiska Farma

Kegunaan

Xepamet digunakan untuk mengobati tukak lambung, tukak stomal, refluks esofagitis, tukak duodenum jinak, sindrom Zollinger-Ellison.

Dosis & Cara Penggunaan

Xepamet merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan xepamet juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Tukak lambung dan tukak duodenum
    Oral : 2 tablet 2 kali sehari (setelah makan pagi dan sebelum tidur malam) atau 4 tablet sebelum tidur malam paling sedikit selama 4 minggu (6 minggu pada tukak lambung, 8 minggu pada tukak akibat OAINS) Dosis Pemeliharaan: 2 tablet sebelum tidur malam atau 2 tablet setelah makan pagi dan sebelum tidur malam.
  • Sindrom Zollinger Ellison: 2 tablet 4 kali sehari atau bisa lebih.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan xepamet adalah:

  • Diare dan gangguan saluran cerna lainnya
  • Sakit kepala, using, ruam dan rasa letih
  • Alopesia (kebotakan)
  • Pengaruh terhadap pemeriksaan fungsi hati.

Kontraindikasi:
Tidak boleh di berikan pada pasien yang memiliki hipersensitivitas dan alergi terhadap cimetidine atau obat-obatan golongan antagonis reseptor H2 lainnya.

Interaksi obat:

  • Penyerapan obat dapat berkurang jika di berikan bersamaan dengan antasida.
  • Penurunan bioavailabilitas jika di berikan bersamaan dengan metoclopramide, sucralfate atau propantheline.
  • Mengurangi penyerapan dasatinib, ketoconazole, itraconazole dan posaconazole.
  • Dapat mempotensiasi efek myelosupresif (misalnya Agranulositosis, neutropenia) dari obat myelosupresif (misalnya Antimetabolit, zat alkilasi) atau terapi (misalnya Radiasi).
  • Dapat meningkatkan kadar fenitoin, teofilin, lidokain, hidroksizin, dan antikoagulan oral dalam serum.

Katagori kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Xepamet ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait