Sukses

Pengertian

Xenocy merupakan obat yang mengandung Atomoxetin yang digunakan untuk membantu Terapi ADHD (Attention Deficit-Hyperactivity Disorder). Xenocy digunakan untuk membantu mengurangi perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Xenocy atau Atomoxetine hydrochloride bekerja secara selektif menghambat noradrenalin reuptake dengan afinitas minimal untuk reseptor noradrenergik lainnya atau untuk reseptor atau transporter neurotransmitter lainnya. Xenocy digunakan dalam pengobatan gangguan hiperaktif.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: ADHD (Attention Deficit-Hyperactivity Disorder)
  • Kandungan: Atomoxetin 10 mg.
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 Kapsul.
  • Farmasi: Kalbe Farma PT

Kegunaan

Xenocy digunakan untuk membantu Terapi ADHD yaitu gangguan perkembangan otak pada anak.

Dosis dan Cara Penggunaan

Xenocy termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:
Dewasa: Per Oral Awal: 40 mg / hari, meningkat secara bertahap setelah setidaknya 7 hari menjadi 80 mg / hari, hingga 100 mg / hari setelah 2-4 minggu.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Xenocy, antara lain:
Rasa tidak nyaman pada perut, gangguan nafsu makan, mual, muntah, pusing, lelah, perubahan mood, kram pada saat menstruasi, gangguan tidur, mulut kering, gangguan berkemih. JIka salah satu gejala menetap atau bahkan memburuk hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan Dokter.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Xenocy pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Glaukoma sudut-tertutup.
  • Gangguan serebrovaskular.
  • Pheochromocytoma atau riwayat pheochromocytoma.
  • Tidak untuk digunakan atau dengan 14 hari penghentian pengobatan MAOI.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Xenocy:

  • Dapat menyebabkan efek tambahan bila digunakan bersama obat yang meningkatkan tekanan darah.
  • Dapat mempotensiasi efek salbutamol pada CVS.
  • Dapat meningkatkan risiko kejadian jantung ketika digunakan bersama obat yang memengaruhi konduksi jantung atau keseimbangan elektrolit, atau yang menghambat CYP2D6 (misal. Fluoxetine, paroxetine, quinidine).
  • Peningkatan risiko pemanjangan QT dengan obat pemanjangan QT (misal. Anti-irithythmics kelas Ia dan III, moxifloxacin, erythromycin, TCAs, lithium, cisapride).
  • Peningkatan risiko kejang dg obat yg diketahui menurunkan ambang kejang (misal. Fenotiazin, neuroleptik, mefloquine, bupropion, bupropion, tramadol).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Xenocy ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait