Sukses

Pengertian Xatral XL

Xatral XL merupakan salah satu Sediaan Tablet yang mengandung Alfuzosin, obat ini diproduksi oleh Sanovi/Aventis Indonesia. Xatral XL diindikasikan sebagai Hiperplasia (gangguan yang ditandai dengan penebalan kandung kemih) prostat jinak atau tumor jinak. Obat ini juga sebagai terapi tambahan tindakan pemasangan kateter pada retensi urin akut akibat hipertrofi (pembesaran) prostat jinak.

Mekanisme Kerja Xatral XL:
Xatral atau Alfuzosin bekerja dengan memblokir adrenoreseptor, sehingga menyebabkan relaksasi otot polos di leher kandung kemih dan prostat, menghasilkan peningkatan aliran urin dan pengurangan gejala benign prostatic hyperplasia (BPH). Penggunaan Obat ini Harus Dengan Resep Dokter.

Keterangan Xatral XL

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Gangguan Kandung Kemih dan Prostat.
  • Kandungan: Alfuzosin.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Sanovi/Aventis Indonesia.

Kegunaan Xatral XL

Xatral XL digunakan untuk sebagai terapi tambahan tindakan pemasangan kateter pada retensi urin akut akibat hipertrofi prostat jinak.

Dosis & Cara Penggunaan Xatral XL

Dosis dan Cara Penggunaan Xatral XL, harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Dewasa:
Per Oral 2.5 mg tiga kali sehari. Maksimal: 10 mg / hari. Tablet lepas lambat: 10 mg sekali sehari.

Efek Samping Xatral XL

Efek Samping:
Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Xatral XL, yaitu:
1. Sindrom Floppy Iris Intraoperatif (IFIS) selama operasi katarak
2. Edem
3. Nyeri dada
4. Diare
5. Infeksi saluran pernapasan atas
6. Pusing
7. Sakit kepala
8. Kelelahan
9. Ganguan Kulit: ruam, pruritus, urtikaria.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Xatral XL pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Riwayat hipotensi ortostatik (tekanan darah meningkat).
2. Gangguan hati.
3. Penggunaan bersamaan dengan penghambat CYP3A4 (Ketoconazole, itraconazole, ritonavir).

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Xatral XL:
1. Efek aditif pada perpanjangan interval QT bila digunakan dengan obat pemanjang QT.
2. Admin bersamaan dengan agen penghambat α1-adrenergik lainnya, atenolol atau diltiazem.
3. Peningkatan konsentrasi alfuzosin plasma pada pemberian simetidin.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Xatral XL ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut: “Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).” Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Xatral XL selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait