Sukses

Pengertian Xalkori

Xalkori merupakan salah satu Sediaan Kapsul yang mengandung Crizotinib, obat ini diproduksi oleh Pfizer Indonesia. Xalkori diindikasikan untuk kemoterapi kanker paru-paru tahap lanjut atau Limfoma Kinase (ALK) positif karsinoma paru yang sebelumnya pernah di terapi.

Mekanisme Kerja Xalkori:
Crizotinib menghambat anaplaxtic lymphoma kinase (ALK) tirosin kinase, sehingga mengurangi proliferasi (pengulangan siklus) sel dan pertumbuhan tumor. Xalkori termasuk dalam kelas terapi Kemoterapi, maka dari itu Penggunaan Obat ini Harus dengan Konsultasi Dokter.

Keterangan Xalkori

  • Xalkori Tablet 200 mg
  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Sitotoksik Kemoterapi.
  • Kandungan: Crizotinib 200 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Kapsul
  • Farmasi: Pfizer Indonesia.
  • Xalkori Tablet 250 mg
  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Sitotoksik Kemoterapi.
  • Kandungan: Crizotinib 250 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Kapsul
  • Farmasi: Pfizer Indonesia.

Kegunaan Xalkori

Xalkori digunakan untuk kemoterapi kanker paru-paru.

Dosis & Cara Penggunaan Xalkori

Dosis dan Cara Penggunaan Xalkori, harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:
Dosis: 250 mg dua kali sehari, jika diperlukan dosis dapat di turunkan menjadi 200 mg dua kali sehari dan jika masih diperlukan penurunan dosis lebih lanjut maka obat diberikan 250 mg satu kali sehari tergantung tolerabilitas dan kondisi tingkat toksisitas hematologik atau non hematologik pasien, obat dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Efek Samping Xalkori

Efek Samping:
Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Xalkori, yaitu:
1. Gangguan penglihatan
2. Gangguan pencernaan: mual, diare, muntah, dan konstipasti atau sulit buang air besar.
3. Edema atau pembengakakan
4. Kelelahan
5. Nafsu makan menurun
6. Neuropati atau kerusakan pada sistem saraf.
7 Pusing
8. Dysgeusia atau mulut terasa logam.
9. Neutropenia atau sel darah putih dalam darah menurun.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Xalkori pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Hipersensitif atau reaksi alergi.
2. Gangguan hati akut.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Xalkori:
1. Konsentrasi plasma ditingkatkan oleh inhibitor CYP3A yang poten (Atazanavir, clarithromycin, indinavir, ketoconazole, saquinavir) dan menurun oleh induser CYP3A (Carbamazepine, fenobarbital, fenitoin, rifabutin, rifampicin).
2. Peningkatan risiko bradikardia jika di berikan bersamaan dengan penghambat saluran Ca non-dihidropiridin, β-blocker, clonidine, digoxin, antikolinesterase, pilocarpine.
3.Disopyramide, quinidine, amiodarone, sotalol, cisapride.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Xalkori ke dalam Kategori D : Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan). Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Xalkori selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait