Sukses

Pengertian Voxamed

Voxamed merupakan obat yang di produksi oleh Futamed Pharmaceutical. Obat ini mengandung Flavoxate HCl yang diindikasikan untuk meredakan gejala nyeri saat buang air kecil, buang air kecil berlebih pada malam hari, nyeri pada perut bawah dibawah pusar, terlalu sering buang air kecil, tidak bisa mengontrol buang air kecil yang mungkin terjadi karena sistitis (peradangan kandung kemih), prostatitis (peradangan pada kelenjar prostat).

Keterangan Voxamed

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat untuk Gangguan Kandung Kemih & Prostat
  • Kandungan: Flavoxate HCl 200 mg
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: 3 Strip @ 10 Kaplet Salut Selaput
  • Farmasi: Futamed Pharmaceutical

Kegunaan Voxamed

Voxamed diindikasikan sebagai pengobatan pada pasien yang memiliki gangguan saluran kemih.

Dosis & Cara Penggunaan Voxamed

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Dewasa dan Anak Usia ≥12 tahun: di minum 3-4 x sehari 1 kaplet

Efek Samping Voxamed

  • Eosinofilia (peningkatan kadar eosinofil dalam darah)
  • Leukopenia (penurunan jumlah leukosit dalam darah)
  • Hipersensitif
  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Kebingungan mental (terutama pada lansia)
  • Gugup
  • Vertigo
  • Penglihatan kabur
  • Gangguan dalam akomodasi mata
  • Peningkatan ketegangan mata
  • Jantung berdebar,
  • Mual, muntah
  • Gatal biduran, eritema, ruam kulit, gatal.

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada penderita obstruksi pilorus atau duodenum, lesi usus, hilangnya kemampuan kerongkongan untuk mendorong makanan atau minuman dari mulut ke lambung, perdarahan saluran cerna dan uropati obstruktif pada saluran kemih bagian bawah.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Voxamed ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait