Sukses

Pengertian Vomipram

Vomipram merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi gangguan mual dan muntah yang dirasakan juga untuk pencegahan mual atau muntah pasca operasi, radioterapi, maupun kemoterapi. Vomipram bekerja dengan meningkatkan aktivitas otot-otot pada saluran pencernaan sehingga makanan lebih cepat terdorong dari lambung menuju usus dan gejala mual yang dirasakanpun menjadi berkurang.

Keterangan Vomipram

  1. Vomipram Tablet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antiemetik, Antiinflasmasi, Antiflatulens.
    • Kandungan: Metoclopramide HCl 10 mg
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Tablet.
    • Farmasi: Corsa Industries.
  2. Vomipram Suspensi
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antiemetik, Antiinflasmasi, Antiflatulens.
    • Kandungan: Metoclopramide HCl 5 mg / 5 mL
    • Bentuk: Suspensi
    • Satuan Penjualan: Botol @ 30 mL
    • Kemasan: Botol 30 mL
    • Farmasi: Corsa Industries.
  3. Vomipram Drop
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antiemetik, Antiinflasmasi, Antiflatulens.
    • Kandungan: Metoclopramide HCl 2.6 mg / mL
    • Bentuk: Suspensi
    • Satuan Penjualan: Botol Tetes @ 10 mL
    • Kemasan: Botol tetes 30 mL
    • Farmasi: Corsa Industries.

Kegunaan Vomipram

Vomipram digunakan untuk mengobati gangguan saluran cerna.

Dosis & Cara Penggunaan Vomipram

Vomipram merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan vomipram juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Mual dan muntah terkait dengan kemoterapi kanker atau radioterapi
    Dewasa: 10 mg, hingga teratur. Durasi maksimum: 5 hari.
  2. Stasis lambung diabetes
    Dewasa: 10 mg di minum 4 kali sehari selama 2-8 minggu.

Efek Samping Vomipram

  • Mengantuk
  • Edema lidah (pembengkakan)
  • Urtikaria (biduran)
  • Konstipasi (sulit BAB).
  • Lelah, lesu, dan gelisah.
  • Diare
  • Mulut Kering

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Vomipram pada pesien yang memiliki indikasi:

  • Penyakit Parkinson.
  • Pendarahan Gastrointestinal.
  • Penggunaan bersama dengan levodopa atau agonis dopaminergik.
  • Epilepsi (kejang).

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Vomipram:

  • Penghambat Monoamine Oksidase (MAO).
  • Parasetamol, tetrasiklin, etanol, levodopa, siklosporin, dan digoksin.
  • Analgesik narkotik dan antikolinergik

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Vomipram ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait