Sukses

Pengertian Vincristine

Vincristine merupakan obat yang diproduksi oleh Kalbe Farma. Obat ini mengandung Vincristine sulphate yang digunakan sebagai obat kemoterapi untuk mengobati kanker darah (Leukemia limfoblastik akut; Leukemia mieloid akut), tumor otak, Neuroblastoma (kanker neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang pada anak-anak), kanker paru-paru, kanker kelenjar getah bening (Limfoma Hodgkin, Limfoma Non-Hodgkin). Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembelahan sel, sehingga pertumbuhan sel kanker dalam tubuh dapat diperlambat atau dihentikan.

Keterangan Vincristine

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kemoterapi sitotoksik
  • Kandungan: Vincristine sulphate 1 mg/1 mL; Vincristine sulphate 2 mg/ 2 mL
  • Bentuk: Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial @ 1 mL; Vial @ 2 mL
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan Vincristine

Vincristine digunakan sebagai obat kemoterapi untuk mengobati berbagai macam kanker.

Dosis & Cara Penggunaan Vincristine

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter.

Aturan penggunaan: 1,4-1,5 mg/m2 sekali seminggu. Maksimal: 2 mg / minggu.

Efek Samping Vincristine

Efek Samping yang mungkin timbul adalah:
- Gangguan fungsi motorik, kelainan gaya berjalan
- Hiperurisemia (peningkatan kadar asam urat dalam darah)
- Bronkospasme (pengetatan otot-otot bronkus)
- Amenorea (tidak menstruasi)
- Leukopenia (penurunan jumlah leukosit dalam darah)
- Disfungsi urin
- Kram perut
- Muntah
- Diare, sembelit parah
- Kebutaan, tuli neurologis

Kontraindikasi:
Tidak boleh di berikan pada pasien dengan bentuk sindrom Charcot-Marie-Tooth yang mengalami demielinasi.

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan kadar serum etoposide jika di berikan bersamaan dengan vincristine.
  • Meningkatkan toksisitas ketika diberikan bersamaan dengan gansiklovir, segera sebelum atau setelah vincristine.
  • Mengurangi metabolisme vincristine jika di berikan bersamaan dengan miconazole.
  • Meningkatkan neurotoksisitas jika di berikan bersamaan dengan isoniazid, itraconazole, voriconazole, posaconazole dan nifedipine.
  • Respons imun menurun ketika digunakan bersamaan dengan vaksin.
  • Meningkatkan myelotoxicity jika di berikan bersamaan dengan AZT.
  • Meningkatkan risiko komplikasi tromboemboli jika di berikan bersamaan dengan tamoxifen.
  • Meningkatkan risiko ototoxicity jika di berikan bersamaan dengan obat ototoxic (misanya: Agen antineoplastik yang mengandung platinum).
  • Kemungkinan peningkatan kadar vincristine jika di berikan bersamaan dengan aprepitant.
  • Kemungkinan penurunan kadar antiepilepsi jika di berikan bersamaan dengan vincristine, pantau kadar antiepilepsi serum, dan efektivitas kemoterapi.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Vincristine ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait