Kontrasepsi

Vimax

Klikdokter, 28 Des 2021

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Vimax digunakan sebagai pengobatan gangguan ejakulasi.

Pengertian

Vimax merupakan salah satu sediaan tablet salut yang mengandung Sildenafil Citrate, obat ini diproduksi oleh Sandoz Indonesia. Vimax diindikasikan untuk mengobati disfungsi ereksi atau penurunan fungsi ereksi. Vimax  bekerja dengan merelaksasi sel otot polos vaskular.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat untuk Disfungsi Ereksi dan Gangguan Ejakulasi
  • Kandungan: Sildenafil citrate 50 mg; Sildenafil citrate 100 mg.
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 1 Strip @ 4 Kaplet Salut Selaput
  • Farmasi: Sandoz Indonesia.

Kegunaan

Vimax digunakan sebagai pengobatan gangguan ejakulasi.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Vimax, harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Dewasa:
    50 mg 1 jam sebelum aktivitas seksual. Dosis apat ditingkatkan hingga maksimal 100 mg atau diturunkan menjadi 25 mg. Frekuensi dosis maksimal adalah sekali sehari.
  2. Gangguan hati, Pasien Usia > 65 tahun
    Dosis awal 25 mg. Maksimal: Dosis tunggal 25 mg / 48 jam (pada pasien yang menggunakan ritonavir).

Efek Samping

  • Sakit kepala
  • Kemerahan
  • Dispepsia (rasa tidak enak pada perut bagian atas)
  • Hidung tersumbat
  • Penglihatan abnormal
  • Diare
  • Pusing
  • Ruam.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Vimax pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif atau alergi.
  • Wanita, anak, dan bayi.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Vimax:
Cimetidine, erythromycin, ketoconazole, ritonavir, rifampicin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Vimax ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).