Sukses

Pengertian Vilergi

Vilergi adalah obat yang diproduksi oleh Mutifa Industri Farmasi. Vilergi mengandung zat aktif Dexchlorpheniramine Maleate yang digunakan untuk mengatasi gejala alergi, seperti bersin-bersin, gatal-gatal, hidung berair. Vilergi bekerja dengan cara menghambat kerja histamin, senyawa alami di dalam tubuh yang memicu terjadinya gejala alergi.

Keterangan Vilergi

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi
  • Kandungan: Dexchlorpheniramine 2 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Amplop @ 1 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Mutifa Industri Farmasi

Kegunaan Vilergi

Vilergi digunakan untuk mengatasi gejala alergi.

Dosis & Cara Penggunaan Vilergi

Vilergi termasuk dalam golongan obat bebas terbatas, sehingga pembelian dalam jumlah tertentu dapat diperoleh di apotek tanpa menggunakan resep dokter.

Dosis: diberikan 1 kaplet, diminum setiap 4-6 jam sekali. Maksimal: 6 kaplet per hari.

Cara Penyimpanan
Simpan antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Vilergi

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Vilergi, antara lain:

  • Gangguan tidur dan saluran pencernaan
  • Depresi dan gangguan sistem saraf pusat
  • Gangguan psikomotorik
  • Sakit kepala
  • Palpitasi (jantung berdebar) dan aritmia (gangguan irama jantung)
  • Mialgia (nyeri otot)

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada bayi prematur atau neonatus (bayi baru lahir).

Interaksi Obat
Depresan SSP misalnya, alkohol, barbiturat, hipnotik, analgesik opioid; obat penenang anxiolytic dan neuroleptik; antimuskarinik lainnya; MAOI; betahistine; obat ototoxic.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Vilergi ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait