Sukses

Pengertian Vigamox

Vigamox merupakan produk obat tetes mata yang diproduksi oleh Tempo Scan Pacific. Vigamox mengandung zat aktif Moxifloxacin HCl yang diindikasikan sebagai obat tetes mata yang digunakan untu mengobati infeksi mata yang diakibatkan oleh bakteri, kotoran dan debu udara. Obat ini termasuk Antibiotik Kuinolon yang bekerja dengan cara merusak dinding sel bakteri dan menghambat pertubuhan bakteri.

Keterangan Vigamox

 

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Moxifloxacin HCL 5 mg/ ml.
  • Bentuk: Tetes Mata.
  • Satuan Penjualan: Botol Plastik.
  • Kemasan: Botol Plastik @ 3 ml.
  • Farmasi: Tempo Scan Pacific.

Kegunaan Vigamox

Vigamox digunakan untuk pengobatan Konjungtivitis bakteri atau infeksi mata yang diakibatkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Vigamox

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Teteskan 1 tetes ke mata yang sakit, tiga kali sehari selama 7 hari. 

Untuk menghindari kontaminasi, jangan biarkan ujung pipet menyentuh permukaan apa pun. Jangan memakai lensa kontak saat Anda menggunakan obat ini. Beri tahu Dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik dalam 7 hari.

Efek Samping Vigamox

  • Penglihatan kabur.
  • Mata berair.
  • Sakit mata / kering / kemerahan / gatal dapat terjadi. 

 

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Vigamox: 

  • Gangguan penyerapan bersama antasid, mineral & multivit. Peningkatan Cmax digoxin.
  • Penurunan konsentrasi puncak plasma glibenclamide. Peningkatan risiko aritmia ventrikel dg kelas IA dan antiaritmia kelas III, neuroleptik, TCA, sparfloxacin, erythromycin IV, bepridil, diphemanil.
  • Peningkatan aktivitas antikoagulan dg penggunaan antikoagulan bersamaan.
  • Mengurangi ketersediaan sistemik dengan arang.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Vigamox ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait