Sukses

Pengertian Viagra

Viagra merupakan obat yang di produksi oleh Pfizer Indonesia. Obat ini tersedia dalam tablet salut selaput 35,112 mg, tablet salut selaput 50 mg, dan tablet salut selaput 100 mg. Viagra mengandung zat aktif Sildenafil citrate yang diindikasikan untuk disfungsi ereksi (ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis). Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan relaksasi otot polos dan meningkatkan aliran darah ke jaringan otot polos penis.

Keterangan Viagra

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat untuk Disfungsi Ereksi dan Gangguan Ejakulasi
  • Kandungan: Sildenafil citrate 35,112 mg; Sildenafil citrate 50 mg; Sildenafil citrate 100 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 1 Strip @ 4 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Pfizer Indonesia.

Kegunaan Viagra

Viagra diindikasikan sebagai terapi pengobatan pada pasien yang memiliki ganguan ejakulasi.

Dosis & Cara Penggunaan Viagra

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.
Dosis: 50 mg diminum sesuai kebutuhan 1 jam sebelum aktivitas seksual. Obat ini dapat diminum sesuai dengan kebutuhan mulai dari 4 jam hingga setengah jam sebelum aktivitas seksual. Berdasarkan efektivitas dan toleransi, dosis dapat ditingkatkan hingga dosis maksimum yang disarankan 100 mg atau diturunkan menjadi 25 mg.
Frekuensi dosis maksimal adalah 1 x sehari. Jangan melebihi dosis tunggal maksimal 25 mg / 48 jam pada pasien yang menggunakan ritonavir.

Efek Samping Viagra

  • Sakit kepala
  • Kemerahan
  • Hidung tersumbat
  • Penglihatan abnormal
  • Diare, pusing
  • Ruam
  • Infeksi saluran kemih
  • Mengantuk
  • Gagal jantung
  • Mulut kering
  • Pembesaran payudara
  • Ejakulasi abnormal
  • Edema genital

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif, pasien yang menggunakan nitrat organik secara teratur atau sebentar-sebentar.

Interaksi Obat

  • Jika digunakan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 / 2C9 dapat mengurangi clearance sildenafil.
  • Menambah konsentrasi plasma jika digunakan bersamaan dengan simetidin.
  • Pajanan sistemik meningkat jika digunakan bersamaan dengan eritromisin.
  • Mengurangi clearance jika digunakan bersamaan ketoconazole, itraconazole, erythromycin, dan cimetidine.
  • Cmax dan plasma AUC meningkat jika digunakan bersamaan dengan saquinavir, ritonavir.
  • Dapat berpotensi menyebabkan hipotensi simptomatik jika digunakan bersamaan dengan stimulator siklase guanylate.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Viagra ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).