Sukses

Pengertian Valtrex

Valtrex merupakan obat yang mengandung valaciclovir yang digunakan sebagai pengobatan anti virus dan membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan virus, seperti: Cacar Air (yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster), infeksi herpes simpleks pada kulit dan membran mukosa, herpes simplex, mengobati cacar air, mengobati Shingles (Cacar Ular) yang disebabkan oleh Herpes Zoster, membantu mengobati Herpes genital (penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus herpes simplex), membantu mengobati Herpes labialis (munculnya luka seperti sariawan di bibir ataupun mulut), pencegahan infeksi cytomegaloviral (sejenis virus herpes) pada pasien dengan sistem imun yang lemah. Valtrex hanya membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus sehingga pengobatan Valtrex tablet untuk infeksi jamur dan bakteri tidak akan berhasil.

Keterangan Valtrex

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti virus
  • Kandungan: Valaciclovir 500 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip @ 6 Tablet
  • Kemasan: Strip
  • Farmasi: Glaxo Wellcome Indonesia.

Kegunaan Valtrex

Valtrex diigunakan sebagai anti virus dan membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan virus seperti Cacar Air, infeksi herpes simpleks pada kulit dan membran mukosa, mengobati Shingles (Cacar Ular), membantu mengobati Herpes genital, membantu mengobati Herpes labialis, pencegahan infeksi cytomegaloviral pada pasien dengan sistem imun yang kurang.

Dosis & Cara Penggunaan Valtrex

Valtrex merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan vatrex juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Pencegahan infeksi cytomegaloviral pada pasien dengan sistem imun yang kurang
    • Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun: diminum 2 gram 4 kali sehari, dimulai secepat mungkin setelah transplatasi dan biasanya dilanjutkan selama 90 hari
  2. Herpes zoster (Shingles)
    • Dewasa: diminum 1 gram 3 kali sehari selama 7 hari. Untuk pasien dengan sistem imun yang rentan pengobatan dilanjutkan selama 2 hari
  3. Herpes genital, Herpes simplex pada kulit dan membran mukosa
    • Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun: diminum 500 mg 2 kali sehari selama 3-5 hari untuk kejadian berulang dan hingga 10 hari untuk kejadian pertama.
    • Untuk pasien dengan sistem imun yang rentan diminum 1 gram 2 kali sehari selama minimal 5 hari untuk kejadian berulang dan 10 hari untuk kejadian pertama.
  4. Herpes labialis
    • Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun: diminum 2 gram setiap 12 jam selama 1 hari
  5. Penekan pengulangan Herpes simplex
    • Pada dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun: diminum 500 mg sekali sehari atau dalam 2 dosis terbagi.
    • Untuk pasien dengan sistem imun yang rentan: diminum 500 mg 2 kali sehari
      Pengobatan di evaluasi setelah 6-12 bulan setelah terapi.

Efek Samping Valtrex

  • Gagal ginjal akut
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Efek centran nervous sistem (misalnya agitasi, halusinasi, kebingungan, delirium, kejang, ensefalopati).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Valtrex pada penderita:

  • Pasien yang memiliki riwayat gagal ginjal
  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap komposisi dari valvir

Interaksi Obat

  • Probenesid dan cimetidine dapat meningkatkan konsentrasi plasma puncak dan AUC asiklovir.
  • Peningkatan risiko gagal ginjal jika di berikan bersamaan dengan obat nefrotoksik (misalnya aminoglikosida, organoplatinum senyawa, media kontras iodinasi, methotrexate, pentamidin, foscarnet, siklosporin, tacrolimus)

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Valtrex ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait