Sukses

Pengertian Vaksin Varivax

Vaksin Varivax merupakan salah satu Sediaan Serbuk Injeksi yang mengandung Virus Varicela, obat ini diproduksi oleh Merck Sharp dan Dohme. Vaksin Varivax diindikasikan sebagai Vaksinasi (proses dalam tubuh agar seseorang memiliki kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit) terhadap varisela (cacar air) pada pasien dengan usia ≥12 bulan.

Mekanisme Kerja Vaksin Varivax:
Vaksin virus Varicella-zoster meningkatkan kekebalan terhadap varicella dengan menginduksi respons imun yang dimediasi sel dan humoral terhadap Virus Varicella-zoster (VZV). Vaksin ini juga memberikan perlindungan yang kuat terhadap herpes zoster (cacar ular atau cacar air) dan neuralgia (gangguan rasa sakit yang disebabkan oleh masalah pada sinyal saraf di sistem saraf) pasca herpes herpes zoster terkait (PHN) pada pasien yang lebih tua (≥50 tahun) dengan memunculkan respons kekebalan terhadap Virus Varicella-zoster (VZV).

Vaksin Varivax termasuk golongan Obat Keras, disuntikan melalui Intravena/Intamuskular/Subkutan (langsung melalui pembuluh darah), maka dari itu penggunaan obat ini Harus Dilakukan Oleh Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter.

Keterangan Vaksin Varivax

  • Golongan : Obat Keras.
  • Kelas Terapi : Vaksin, Antisera dan Imunologi.
  • Kandungan : Virus Varicela 1350 pfu/dosis.
  • Bentuk : Serbuk Injeksi.
  • Satuan Penjualan : Dus.
  • Kemasan : Dus, 1 Vial 1 dosis + 1 PreFielld Syringe Pelarut 0.7 mL.
  • Farmasi : Merck Sharp dan Dohme.

Kegunaan Vaksin Varivax

Vaksin Varivax diindikasikan sebagai vaksinasi terhadap varisela (cacar air) pada pasien dengan usia ≥12 bulan.

Dosis & Cara Penggunaan Vaksin Varivax

Dosis dan Cara Penggunaan Vaksin Tetanus, harus dilakukan dengan Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter:

1. Intramuskular, Subkutan (IM/SC)
Imunisasi aktif terhadap infeksi varisela
- Dewasa: 0.5 mL untuk 2 dosis melalui injeksi subkutan (melalui kulit) atau intramuskular (melalui otot), dosis diberikan Terpisah 4-8 minggu.
- Anak usia 9 bulan - 12 tahun (atau 1-12 tahun, berdasarkan produk yang digunakan): 0.5 mL untuk 2 dosis melalui injeksi subkutan (melalui kulit) atau intramuskular (melalui otot), dosis 2 diberikan setelah interval minimal 3 bulan (atau 6 bulan berdasarkan rekomendasi nasional),
- Anak usia ≥13 tahun: Sama dengan dosis orang dewasa.

2. Subkutan
Pencegahan herpes zoster, Pencegahan herpes zoster terkait postherpetic neuralgia
- Dewasa: Setiap 0. 65 mL mengandung VZV Oka / Merck strain hidup yang dilemahkan ≥19.400 PFU
- Dewasa usia ≥50 tahun 0.65 mL untuk 1 dosis.

Efek Samping Vaksin Varivax

Efek Samping:
Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Vaksin Varivax, yaitu:
1. Gangguan darah dan sistem limfatik: Limfadenopati.
2. Gangguan telinga dan labirin: Otitis.
3. Gangguan mata: Konjungtivitis.
4. Gangguan pencernaan: Nyeri perut, anoreksia (gangguan nafsu makan), sembelit, diare, mual, muntah.
5. Reaksi tempat injeksi (ritema, memar, hematoma, pembengkakan).
6. Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat: Kekakuan leher, artralgia, mialgia.
7. Gangguan sistem saraf: Sakit kepala.
8. Sistem reproduksi dan gangguan payudara: Herpes labialis.
9. Gangguan pernapasan, toraks, dan mediastinum: Batuk, rinitis, penyakit saluran pernapasan, faringitis.
10. Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Ruam seperti varisela, dermatitis kontak, pruritus.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Vaksin varivaxpada pasien yang memiliki indikasi:
1. Terapi imunosupresif.
2. Tuberkulosis (TB) aktif yang tidak diobati
3. Demam > 38.5 ° C.
4. Wanita hamil.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Vaksin varivax:
1. Pengurangan respons imun atau risiko infeksi menyeluruh ketika digunakan bersamaan dengan imunosupresan (Kortikosteroid).
2. Pengobatan bersamaan dengan salisilat (Aspirin) dapat menyebabkan sindrom Reye (pembengkakan pada organ hati dan otak).

Kategori Kehamilan: -

Artikel
    Penyakit Terkait