Sukses

Pengertian Vaksin Tetanus Toxoid

Vaksin Tetanus Toxoid (TT) merupakan salah satu Sediaan Injeksi yang diproduksi oleh Biofarma. Vaksin Tetanus Toxoid tersedia dalam bentuk Suspensi berwarna putih, mengandung toksoid tetanus murni, teradsorbsi kedalam aluminium fosfat. Vaksin TT diindikasikan untuk pencegahan terhadap tetanus dan perlindungan terhadap tetanus neonatorum ( penyakit infeksi yang menyerang susunan saraf pusat bayi berusia antara 0-1 bulan). Mekanisme Kerja Vaksin Tetanus Toxoid dengan cara merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi terhadap tetanus dan difteri. Vaksinasi Harus Dilakukan Oleh Tenaga Medis Profesional dan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.

Keterangan Vaksin Tetanus Toxoid

  • Golongan : Obat Keras.
  • Kelas Terapi : Vaksin, Antisera dan Imunologi.
  • Kandungan : Toksoid tetanus murni 10 Lf/0.5 mL.
  • Bentuk : Suspensi Injeksi.
  • Satuan Penjualan : Vial.
  • Kemasan : 1 Vial 5 mL (10 dosis).
  • Farmasi : Biofarma.

Kegunaan Vaksin Tetanus Toxoid

Vaksin TT digunakan untuk pencegahan terhadap tetanus dan perlindungan terhadap tetanus neonatorum ( penyakit infeksi yang menyerang susunan saraf pusat bayi berusia antara 0-1 bulan).

Dosis & Cara Penggunaan Vaksin Tetanus Toxoid

Dosis dan Cara Penggunaan Vaksin Tetanus, harus dilakukan dengan Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter:

Pemberian 1 dosis (0.5 mL).
Dosis penggunaan Vaksin Tetanus Toxoid juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Efek Samping Vaksin Tetanus Toxoid

Efek Samping:
Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Vaksin Tetanus Toxoid, yaitu:
1. Kehilangan nafsu makan
2. Gelisah
3. Sulit tdiur
4. Nyeri dan kemerahan
5. Pembengkakan lokal (≤50 mm) di tempat injeksi
6. Demam
7. Gangguan pencernaan: Diare, dan muntah.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Vaksin Tetanus Toxoid pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Hipersensitif atau reaksi alergi berlebih terhadap komponen vaksin
2. Imunisasi sebaiknya tidak diberikan pada keadaan demam atau infeksi akut.
3. Pada demam ringan (minor afebrile illness) seperti infeksi ringan pada pernafasan bagian atas, imunisasi dapat diberikan.

Interaksi Obat:-

Kategori Kehamilan:-

Artikel
    Penyakit Terkait