Sukses

Pengertian Vaksin Infanrix-IPV+Hib

Vaksin Infanrix-IPV+Hib merupakan sediaan vaksin yang mengandung Vaksin Difteri (D), Tetanus (T), Pertusis (Pa), Vaksin konjugat poliomielitis (tidak aktif) (IPV) dan Haemophilus influenzae tipe B, obat ini diproduksi oleh GlaxoSmithKline Indonesia.

Vaksin Infanrix-IPV+Hib adalah gabungan pertusis difteri-tetanus-aselular, polio yang tidak aktif dan vaksin Haemophilus influenzae tipe b. Vaksin Infanrix Infanrix-IPV+Hib diindikasikan sebagai vaksinasi tambahan atau Imunisasi aktif pada bayi mulai usia 2 bulan untuk mencegah DTP, poliomielitis dan HIB untuk anak yang sebelumnya diimunisasi dengan antigen DTP, polio dan HIB. Imunisasi aktif adalah proses dalam tubuh agar seseorang memiliki kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.

Keterangan Vaksin Infanrix-IPV+Hib

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Vaksin, Antisera dan Imunologi.
  • Kandungan: Adsorbed diptheria toxoid not, adsorbed tetanus toxoid not, adsorbed pertusis toxoid 25 mcg, adsorbed filamentous haemagglutinin 25 mcg, adsorbed pertactin 8 mcg, adsorbed recombinant HBsAg 10 mcg, 40 D-antigen units of type 1 (Mahoney), 8 D-antigen units of type 2 (MEF-1) dan 32 D-antigen units of type 3 (Saukett) of the poliovirus, dsorbed polysaccharide of HiB (PRP) 10 mcg (conjugated to tetanus toxoid 20-40 mcg).
  • Bentuk: Suspensi Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Prefilled Syringe.
  • Kemasan: Dus, 1 Prefilled Syringe (Infanrix-IPV) 0.5 mL + 1 Vial 0.5 mL.
  • Farmasi: Smith Kline Beecham Pharmaceutical.

Kegunaan Vaksin Infanrix-IPV+Hib

Vaksin Infanrix Infanrix-IPV+Hib digunakan untuk vaksinasi tambahan atau Imunisasi aktif pada bayi mulai usia 2 bulan untuk mencegah DTP, poliomielitis dan HIB.

Dosis & Cara Penggunaan Vaksin Infanrix-IPV+Hib

Dosis dan Cara Penggunaan Vaksin Infanrix-IPV+Hib, harus dilakukan dengan Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter:

Injeksi Intramuskular (IM) dalam Vaksinasi primer:

  • Anterolateral (pada bagian paha). Vaksinasi primer 3 dosis 0.5 mL pada 6 bulan pertama kehidupan, dimulai dari usia 2 bulan dengan minimal 1 interval antara dosis berikutnya.
  • Dosis penguat diberikan pada umur ke-2 dengan jarak minimal 6 bulan setelah selesainya jadwal vaksinasi primer.

Efek Samping Vaksin Infanrix-IPV+Hib

  • Kehilangan nafsu makan
  • Gelisah
  • Sulit tidur
  • Nyeri dan kemerahan
  • Pembengkakan lokal (≤50 mm) di tempat injeksi
  • Demam
  • Diare, dan muntah.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Vaksin Infanrix-IPV+Hib pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap vaksin atau setelah pemberian DPT, hepatitis B, polio atau HIB sebelumnya.
  • Ensefalopati (kelainan otak) dengan etiologi yang tidak diketahui, terjadi dalam 7 hari setelah vaksinasi sebelumnya.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Vaksin Infanrix-IPV+Hib:

  • Respons yang mungkin tidak tercapai pada pasien yang menerima imunosupresan.
  • Vaksin co-administrasi bersama konjugat pneumokokus dapat meningkatkan tingkat reaksi demam.
Artikel
    Penyakit Terkait