Sukses

Pengertian Vaksin Infanrix

Vaksin Infanrix Hexa merupakan salah satu Sediaan Injeksi yang mengandung Toksoid diptheria, toksoid tetanus, toksoid pertusis, Haemagglutinin filamen, Pertaktin, Antigen (zat yang merangsang respon imun yang memproduksi antibodi), obat ini diproduksi oleh GlaxoSmithKline Indonesia. Vaksin Infanrix diindikasikan sebagai vaksinasi primer dan tambahan pada bayi terhadap DPT, hepatitis B, poliomielitis. Vaksinasi atau imunisasi adalah proses dalam tubuh agar seseorang memiliki kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.

Jadwal vaksinasi primer terdiri dari dua atau tiga dosis (0.5 ml), Vaksinasi harus didahului dengan tinjauan riwayat medis (Konsultasi dengan Dokter) untuk menghindari kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan). Vaksin Infarix termasuk golongan Obat Keras, disuntikan melalui Intamuskular (langsung melalui pembuluh darah), maka dari itu penggunaan obat ini Harus Dilakukan Oleh Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter.

Keterangan Vaksin Infanrix

  • Golongan : Obat Keras.
  • Kelas Terapi : Vaksin, Antisera dan Imunologi.
  • Kandungan :
  • 1. Adsorbed diptheria toxoid not <30 IU.
  • 2. Adsorbed tetanus toxoid not <40 IU.
  • 3. Adsorbed pertusis toxoid 25 mcg.
  • 4. Adsorbed filamentous haemagglutinin 25 mcg
  • 5. Adsorbed pertactin 8 mcg
  • 6. Adsorbed recombinant HBsAg 10 mcg
  • 7. 40 D-antigen units of type 1 (Mahoney), 8 D-antigen units of type 2 (MEF-1) dan 32 D-antigen units of type 3 (Saukett) of the poliovirus.
  • 8. Dsorbed polysaccharide of HiB (PRP) 10 mcg (conjugated to tetanus toxoid 20-40 mcg).
  • Bentuk : Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan : Dus.
  • Kemasan : Dus, 1 Prefilled Syringe 0.5 mL + 1 Vial 0.5 mL.
  • Farmasi : GlaxoSmithKline Indonesia.

Kegunaan Vaksin Infanrix

Vaksin Infanrix digunakan untuk vaksinasi primer dan tambahan pada bayi terhadap DPT, hepatitis B, poliomielitis dan Haemophilus influenzae tipe B (HIB).

Dosis & Cara Penggunaan Vaksin Infanrix

Dosis dan Cara Penggunaan Vaksin Infantrix Hexa, harus dilakukan dengan Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter:

Injeksi Intramuskular (IM) dalam Vaksinasi primer:
Bayi 3 bulan 1 atau 2 dosis, dengan interval minimal 1 bulan antara dosis primer.
Dosis tambahan dapat diberikan setidaknya 6 bulan setelah dosis priming terakhir dan biasanya antara usia 11 dan 13 bulan (2 dosis)
Dosis sebelum usia 18 bulan (3 dosis).
Bayi lahir prematur minimal 24 minggu, kehamilan 3 dosis waktu paruh (interval) minimal 1 bulan antara dosis primer.
Dosis booster dapat diberikan setidaknya 6 bulan setelah dosis primer terakhir dan lebih dari usia 18 bulan.

Efek Samping Vaksin Infanrix

Efek Samping:
Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Vaksin Infanrix Hexa, yaitu:
1. Kehilangan nafsu makan
2. Lekas marah, gelisah,kelelahan.
3. Nyeri
4. Kemerahan
5. Pembengkakan lokal di tempat injeksi (≤50 mm)
6. Demam ≥38 ° C
7. Gugup
8. Gangguan pencernaan: muntah, diare.
9. Pruritus (gatal).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Vaksin Infanrix pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Hipersensitif terhadap vaksin atau setelah pemberian DPT, hepatitis B, polio atau HIB sebelumnya.
2. Ensefalopati (kelainan otak) dengan etiologi yang tidak diketahui, terjadi dalam 7 hari setelah vaksinasi sebelumnya.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Vaksin Infanrix Hexa:
1. Respons yang mungkin tidak tercapai pada pasien yang menerima imunosupresan.
2. Vaksin co-administrasi bersama konjugat pneumokokus dapat meningkatkan tingkat reaksi demam.

Kategori Kehamilan:-

Artikel
    Penyakit Terkait