Sukses

Pengertian Vaksin Campak Kering

Vaksin Campak Kering adalah sediaan serbuk injeksi yang menandung virus hidup yang dilemahkan strain CAM 70. Vaksin Campak Kering digunakan untuk imunisasi aktif terhadap penyakit campak. Vaksin ini bekerja dengan cara merangsang tubuh membentuk antibodi untuk memberi perlindungan pada infeksi penyakit campak. Penyimpanan Vaksin Campak Kering harus terlindung dari cahaya. 

Keterangan Vaksin Campak Kering

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antisera, Vaksin
  • Kandungan: Virus Campak hidup yang dilemahkan strain CAM 70 tidak kurang dari 1000 CC1D50
  • Bentuk: Serbuk Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 10 Vial @ 20 Dosis + Ampul Pelarut 10 mL; Box, 10 Vial @ 10 Dosis + Ampul Pelarut 5 mL
  • Farmasi: Biofarma.

Kegunaan Vaksin Campak Kering

Vaksin Campak Kering digunakan untuk imunisasi aktif terhadap penyakit campak.

Dosis & Cara Penggunaan Vaksin Campak Kering

Vaksin Campak Kering termasuk dalam golongan obat keras, sebaiknya penggunaan obat ini sesuai dengan anjuran resep dokter dan dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Dosis tunggal 0.5 mL disuntikan secara subkutan, diberikan pada anak 9 bulan. Dalam keadaan wabah, imunisasi dapat dilakukan mulai anak 6 bulan, suntikan ulangan 6 bulan kemudian dengan 1 dosis 0.5 mL secara subkutan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 2-8 derajat Celcius. Lindungi dari kelembaban dan cahaya.

Efek Samping Vaksin Campak Kering

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Vaksin Campak Kering, antara lain:

  • Sakit ringan
  • Bengkak dan nyeri pada area suntikan
  • Kemerahan
  • Ensefalitis
  • Kejang demam.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Vaksin Campak Kering pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Anak penderita malnutrisi
  • Alergi terhadap vaksin campak sebelumnya
  • Wanita hamil
  • Alergi berat terhadap kanamicin dan eritromicin
  • Anak infeksi akut disertai demam
  • Anak dengan Kekuranan imun
  • Anak dengan pengobatan intensif dengan obat immunosupresan
  • Kerentanan tinggi terhadap protein telur.
Artikel
    Penyakit Terkait