Sukses

Pengertian

Vagistin merupakan obat yang mengandung metronidazole dan nystatin sebagai zat aktifnya dalam bentuk ovula (suppositoria yang digunakan ke dalam vagina). Metronidazole adalah antibakteri dan antiprotozoa sintetik derivat nitroimidazoi yang mempunyai aktifitas bakterisid (membunuh bakteri), amebisid (membunuh amuba) dan trikomonosid (membunuh trikomonas). Metronidazole efektif terhadap Trichomonas vaginalis (jamur pada area kewanitaan) yang bekerja efektif baik lokal maupun sistemik. Nystatin adalah anti jamur / Infeksi orofaringeal (infeksi jamur yang terjadi ketika ada jamur yang disebut Candida yang biasanya pada kulit atau selaput lendir). Penggunaan vagistin secara tidak tepat dan sembarangan dapat menyebabkan resistensi (bakteri menjadi kebal terhadap penyakit) yang dapat menyebabkan penurunan efektifitas kerja dari vagistin.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur
  • Kandungan: Metronidazole dan Nystatin
  • Bentuk: Ovula
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 5 Ovula
  • Farmasi: Combiphar PT

Kegunaan

Vagistin digunakan untuk mengatasi infeksi yang terdapat pada organ kewanitaan. Infeksi yang dapat diobati dengan vagistin antara lain :

  • Infeksi campuran Trikomonas atau Kandida.
    Trikomoniasis (penyakit menular seksual), seperti vaginitis (peradangan pada lapisan vagina) dan uretritis (infeksi salurah kemih) yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis (protozoa parasit yang menginfeksi saluran urogenital / organ dalam sistem kemih (urin) dan reproduksi baik perempuan dan laki-laki).
  • Amebiasis (infeksi usus besar) yang disebabkan oleh E. histolytica.
  • Giardiasis (infeksi umum pada usus).
  • Balantidiasis (buang air besar dengan tinja berlendir dan darah).
  • Blastocystis (infeksi parasit mikroskopik yang kadang-kadang ditemukan dalam tinja orang sehat serta dalam tinja dari orang-orang yang mengalami diare, sakit perut atau masalah pencernaan lainnya).
  • Penyakit infeksi gigi.
  • Gingivitis ulseratif nekrotikans (infeksi gusi / peradangan gigi yang tidak menular dan terasa nyeri).
  • Infeksi bakteri anaerob (infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang didalam pertumbuhan dan perkembangannya tidak membutuhkan oksigen).
  • Antibiotik profilaksis operasi (tindakan yang sangat penting sebagai usaha untuk mencegah terjadinya infeksi pasca operasi).
  • Infeksi Helicobacter pylori (bakteri yang menginfeksi perut).

Dosis dan Cara Penggunaan

Vagistin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan vagistin juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Untuk pengobatan vaginitis (infeksi campuran trikomonas atau kandida) :
    Masukkan 1 ovula kedalam vagina, berikan selama 7-10 hari.
  • Untuk membantu mengobati vaginosis bakteri :
    Dewasa: Gel 0,75% : Oleskan pasa daerah yang terkena (vagina) sekali sehari selama 5 hari.
  • Untuk membantu mengobati kandidiasis vulvovaginal :
    Dewasa: Krim : 100.000-200.000 U setiap hari sebelum tidur selama 14 hari atau lebih.

Efek Samping

  • Gangguan Gastro Interitis (seperti mual, anoreksia / tidak nafsu makan, rasa logam, muntah, diare, sakit perut, sembelit)
  • Lidah berbulu, glositis (peradangan atau infeksi lidah), stomatitis/ sariawan
  • Lemah, pusing, ataksia (kegagalan koordinasi otot), sakit kepala, mengantuk, insomnia (susah tidur), halusinasi, perubahan suasana hati atau kondisi mental (misalnya depresi atau kebingungan)
  • Uretra (saluran kantung kemih) ketidaknyamanan, penggelapan urin
  • Ruam, urtikaria (kelainan kulit), pruritus (rasa gatal pada tubuh)
  • Hepatitis kolestatik (gangguan empedu), sakit kuning, pankreatitis(peradangan pankreas), tromboflebitis (pembengkakan pada pembuluh darah).

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari vagistin
  • Pasien dengan gangguan sistem imun
  • Kehamilan dan menyusui
  • Pasien dengan penyakit Susunan Saraf Pusat
  • Sejarah diskrasia darah (gangguan sel darah)
  • Pasien dengan ESRD (gangguan ginjal)
  • Pasien yang memiliki riwayat TBC, infeksi virus

Interaksi Obat

  • Disulfiram dapat menghasilkan reaksi psikotik
  • Dapat mempotensiasi efek antikoagulan oral
  • Dapat meningkatkan risiko toksisitas lithium
  • Dapat mengurangi klirens ginjal mengakibatkan peningkatan toksisitas 5-fluorouracil
  • Dapat meningkatkan kadar serum siklosporin
  • Dapat meningkatkan kadar plasma dari busulfan mengakibatkan toksisitas busulfan parah.
  • Metabolisme ditingkatkan oleh fenobarbital dan fenitoin menghasilkan konsentrasi serum menurun.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan vagistin ke dalam Kategori B :
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait