Sukses

Pengertian Uromitexan

Uromitexan merupakan salah satu sediaan injeksi yang mengandung Mesna, obat ini diproduksi oleh Menarini indria Laboratories. Uromitexan diindikasikan untuk mengurangi toksisitas senyawa urotoksik yang mungkin terbentuk setelah pemberian kemoterapi. Uromitexan bekerja dengan mengurangi timbulnya toksisitas (Hemoragik cystitits dan haematuria). Uromitexan termasuk golongan Obat Keras, disuntikan melalui Intravena/Intamuskular/Subkutan (langsung melalui pembuluh darah), maka dari itu penggunaan obat ini Harus Dilakukan Oleh Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter.

Keterangan Uromitexan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidotum.
  • Kandungan: Mesna 100 mg/mL.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Ampul @ 4 mL.
  • Farmasi: Menarini indria Laboratories.

Kegunaan Uromitexan

Uromitexa diindikasikan untuk pengeluaran senyawa urotoksik.

Dosis & Cara Penggunaan Uromitexan

Dosis dan Cara Penggunaan Uromitexan, harus dilakukan dengan Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter. Dosis penggunaan Uromitexan juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Antineoplastik intravena bolus
    • Dewasa: 20% dari dosis antineoplastik diberikan tiap 4 jam, diberikan bersama dengan injeksi antineoplastik.
    • Anak: diberikan lebih sering, misal: 6 x dengan interval yg lebih singkat, misal: tiap 3 jam.
  2. Antineoplastik diberikan sebagai infus yang terus menerus:
    • Uromitexan sebanyak 20% dari total dosis antineoplastik disuntikan secara intravena, dilanjutkan dengan 100% dr total dosis antineoplastik intravena infus selama 24 jam, berikan 50% infus intravena selama 12 jam.

Efek Samping Uromitexan

  • Gangguan Gastrointenstinal
  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Gejala alergi pada kulit (jarang)
  • Iritasi vena.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Uromitexan ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait