Sukses

Pengertian Urdafalk

Urdafalk merupakan obat yang mengandung ursodeoksilat sebagai zat aktifnya. Urdafalk merupakan obat yang digunakan untuk mengobati peradangan hati, terhambatnya aliran empedu akibat peradangan hati, batu empedu, dan batu ginjal. Usodeoksilat bekerja dengan menekan sintesa dan sekresi hepar/hati dan menghambat absorbsi dari kolesterol.

Keterangan Urdafalk

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Cholagogues, Cholelitholytics, dan Pelindung Hepatik
  • Kandungan: Ursodeoksilat 250 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 5 Kapsul
  • Farmasi: Darya-Varia Laboratoria

Kegunaan Urdafalk

Urdafalk digunakan untuk mengobati peradangan hati, batu empedu.

Dosis & Cara Penggunaan Urdafalk

Urdafalk merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Urdafalk juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Sirosis Hati : 10-16 mg/kg berat badan per hari dibagi dalam 2-4 dosis

Efek Samping Urdafalk

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Urdafalk, seperti: diare, ruam kulit, berkeringat, keringat dingin, rambut rontok, nyeri lambung, pusing, letih, cemas, depresi, gangguan tidur, nyeri sendi, nyeri otot, dan nyeri punggung.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Urdafalk.
  • Pasien yang memiliki riwatat penyakit pembengkakan saluran kemih, kerusakan ginjal, dan gangguan saluran cerna

Interaksi Obat

  • Menurunkan absorbsi dengan obat yang mengandung alumunium seperti obat-obat antasida
  • Meningkatkan absorbsi dari ciclosporin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Urdafalk ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait