Sukses

Pengertian Ulcumaag

Ulcumaag adalah obat yang memiliki kandungan zat aktif Sucralfate. Ulcumaag termasuk dalam golongan obat tukak lambung dan penyakit refluks gastro-esofagus (GERD). Obat Ulcumaag digunakan untuk melindungi dan mencegah borok pada usus dan lambung. Ulcumaag dapat melindungi lapisan gastrointenstinal (saluran pencernaan) terhadap asam peptik, pepsin, dan garam empedu dengan mengikat dengan protein bermuatan positif dalam eksudat membentuk zat perekat seperti pasta kental sehingga membentuk lapisan pelindung.

Keterangan Ulcumaag

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antasida, Antirefluks dan Antiulceran.
  • Kandungan: Sucralfate 500 mg.
  • Bentuk: Kaplet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Kaplet.
  • Farmasi: Pyridam Farma Tbk PT

Kegunaan Ulcumaag

Ulcumaag digunakan mengobati dan mencegah ulkus gaster dan duodenum (luka lambung dan usus), serta Gastritis kronis (peradangan pada lambung).

Dosis & Cara Penggunaan Ulcumaag

Ulcumaag termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Dewasa: 2 kaplet, di minum 3-4 kali sehari. Maksimal: 8 kaplet/ hari.

Efek Samping Ulcumaag

  • Perut kembung
  • Sembelit.
  • Mual, muntah.
  • Diare.
  • Ketidaknyamanan lambung.
  • Kekeringan mulut.
  • Ruam kulit.
  • Mengantuk.
  • Vertigo.
  • Sakit punggung dan sakit kepala.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Ulcumaag:
Cimetidine, ciprofloxacin, digoxin, ketoconazole, norfloxacin, fenitoin, ranitidin, tetrasiklin dan teofilin. Obat lain harus diminum 2 jam sebelum mengonsumsi sukralfat.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Ulcumaag ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait