Sukses

Pengertian Ulceranin

Ulceranin cairan injeksi merupakan obat yang diproduksi oleh Otto Pharmaceuticasl Inds/Abbott Indonesia. Obat ini mengandung Ranitidine HCl yang diindikasikan untuk terapi ulserasi stres saluran pencernaan bagian atas, kondisi hipersekresi, profilaksis aspirasi asam selama anestesi umum. Mekanisme kerja obat ini adalah dengan memblokir histamin pada reseptor H2 sel parietal lambung yang menghambat sekresi asam lambung. Mekanisme ini tidak mempengaruhi sekresi pepsin, sekresi faktor intrinsik yang distimulasi pentagastrin atau gastrin serum.

Keterangan Ulceranin

  • Ulceranin Injeksi
  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antasida, Agen Antirefluks dan Antiulcerasi
  • Kandungan: Ranitidine HCl
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 2 mL
  • Farmasi: Otto Pharmaceutical.

Kegunaan Ulceranin

Ulceranin injeksi diindikasikan untuk terapi ulserasi stres saluran pencernaan bagian atas, kondisi hipersekresi, profilaksis aspirasi asam selama anestesi umum.

Dosis & Cara Penggunaan Ulceranin

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

  • Intravena
    Ulserasi Stres Saluran Pencernaan Bagian Atas
    Dewasa: 50 mg melalui injeksi intravena lambat sebagai dosis priming diikuti 0,125-0,25 mg/kg/jam sebagai infus intravena kontinu kemudian diganti dengan dosis oral 150 mg 2 x sehari setelah pemberian oral dilanjutkan.
    Anak: 1 mg/kg (maksimal: 50 mg) sebagai injeksi intravena lambat selama setidaknya 2 menit 6-8 jam atau 0,125-0,25 mg/kg/jam sebagai infus terus menerus.
  • Kondisi Hipersekresi
    Dewasa:
    Dosis awal: 1 mg/kg/jam, dosis dapat ditingkatkan sebesar 0,5 mg/kg/jam setelah 4 jam pemberian dosis pertama jika diperlukan.
  • Parenteral
    Profilaksis Aspirasi Asam Selama Anestesi Umum
    Dewasa: 50 mg melali intramuskular atau injeksi injeksi intravena lambat 45-60 menit sebelum induksi anestesi.

Efek Samping Ulceranin

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:
Mual, muntah, ketidaknyamanan perut atau nyeri, ruam (Gatal biduran, makulopapular, dan / atau gatal seluruh tubuh), kehilangan libido. Peningkatan kecil dalam kreatinin serum, peningkatan serum aminotransferase (AST dan ALT), alkali fosfatase, bilirubin total, dan ase-glutamil transferase, sakit kepala, pusing, somnolence, insomnia, vertigo, kebingungan mental reversibel, agitasi, depresi mental, halusinasi, sembelit.

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien yang memilki riwayat porfiria akut.

Interaksi Obat:

  • Penyerapan tertunda dan peningkatan konsentrasi serum puncak jika digunakan bersamaan dengan propantheline bromide.
  • Ranitidine secara minimal menghambat metabolisme hati antikoagulan kumarin, teofilin, diazepam, dan propanolol.
  • Dapat mengubah absorpsi obat yang tergantung pH (misalnya: Ketoconazole, midazolam, glipizide). Dapat mengurangi bioavailabilitas jika digunakan bersamaan dengan antasid.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ulceranin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

 

Artikel
    Penyakit Terkait