Sukses

Pengertian Tykerb

Tykerb merupakan produk obat dengan Sediaan Tablet yang diproduksi oleh Glaxo Oparation/ Novartis Indonesia. Tykerb mengandung zat aktif Lapatinib Ditosylate yang diindikasikan sebagai terapi pengobatan Kanker Payudara. Lapatinib adalah inhibitor tirosin kinase 4-anilinoquinazoline dari kedua Reseptor Faktor Pertumbuhan Epidermal (EGFR [ErbB1]) dan reseptor Epidermal Manusia Tipe 2 (HER2 [ErbB2]) reseptor. Obat ini memblokir fosforilasi dan aktivasi utusan ke-2 hilir (Erk1 / 2 dan Akt) yang mengatur proliferasi sel dan kelangsungan hidup tumor yang mengekspresikan ErbB- dan ErbB2. Sehingga, Obat ini bekerja memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Keterangan Tykerb

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Terapi Kanker.
  • Kandungan: Lapatinib 250 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 70 Tablet.
  • Farmasi: Glaxo Oparation/ Novartis Indonesia.

Kegunaan Tykerb

Tykerb digunakan untuk terapi kanker payudara.

Dosis & Cara Penggunaan Tykerb

Tykerb merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Tykerb juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. HER2 mengekspresikan kanker payudara stadium lanjut atau metastasis
    Dewasa: Pasien yang telah menerima terapi sebelumnya termasuk anthracycline, taxane, dan trastuzumab: 1.250 mg sekali sehari pada hari 1-21 dalam kombinasi dengan capecitabine 2.000 mg / m2 setiap hari dalam 2 dosis terbagi kira-kira 12 jam terpisah pada hari 1-14 dari siklus.
  2. HER2 yang diekspresikan secara berlebihan reseptor hormon metastasis positif kanker payudara
    Dewasa: Wanita pasca-menopause yang diindikasikan terapi hormonal: 1.500 mg sekali sehari terus menerus diberikan dalam kombinasi dg letrozole 2.5 mg sekali sehari.

Efek Samping Tykerb

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Tykerb Tablet, yaitu:

  1. Gangguan GI.
  2. Reaksi dermatologis (mis. Eritrodisestesia palmar-plantar, ruam).
  3. Kelelahan.
  4. Stomatitis atau peradangan di daerah mulut..
  5. Peradangan mukosa.
  6. Nyeri pada ekstremitas.
  7. Nyeri punggung.
  8. Dispnoea atau nafas pendek..
  9. Insomnia atau sulit tidur.
  10. Alopecia atau kebotakan.
  11. Gangguan kuku (Paronychia).
  12. Penyakit paru-paru interstitial.


Interaksi Obat:

Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Tykerb Tablet:

  1. Dapat meningkatkan level serum substrat CYP3A4, CYP2C8 dan P-glikoprotein.
  2. Peningkatan pajanan dengan inhibitor CYP3A4 (Ketoconazole, clarithromycin, atazanavir, ritonavir).
  3. Induksi CYP3A4 (Carbamazepine, rifampicin) dapat mengurangi pajanan terhadap lapatinib.
  4. Peningkatan risiko perpanjangan QT dg obat yang diketahui memperpanjang interval QT (Agen antiaritmia, terapi antrasiklin dosis tinggi kumulatif).
  5. Dapat meningkatkan kadar digoxin dalam serum.


Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tykerb ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait