Sukses

Pengertian Trifadium

Trifadium adalah obat yang mengandung Loperamide HCl. Trifadium digunakan untuk mengatasi diare. Trifadium bekerja dengan mengurangi aliran cairan dan elektrolit ke dalam usus dan dengan memperlambat gerakan usus untuk mengurangi jumlah buang air besar.

Keterangan Trifadium

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiare
  • Kandungan: Loperamide HCl 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Trifa Raya Laboratories

Kegunaan Trifadium

Trifadium digunakan untuk mengatasi diare.

Dosis & Cara Penggunaan Trifadium

Trifadium termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter:

  • Dosis awal: diberikan 2 tablet, di kemudian diberikan lagi 1 tablet setelah buang air besar.
  • Dosis biasa: diberikan 3-4 tablet setiap hari. Maksimal: 6 tablet setiap hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25°C.

Efek Samping Trifadium

Efek samping penggunaan Trifadium yang mungkin terjadi adalah:

  • Ruam, gatal
  • Perut kembung, mual, mulut kering, muntah
  • Sakit kepala, pusing, mengantuk, pingsan, tingkat kesadaran tertekan, kehilangan kesadaran, kelainan koordinasi

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi:

  • Antibiotik yang berhubungan dengan kolitis, sakit perut tanpa diare.
  • Anak usia <18 tahun (pasien dengan sindrom iritasi usus besar).
  • Kondisi ketika penghambatan peristaltik harus dihindari (misalnya: sembelit, distensi abdomen, ileus).
  • Disentri akut yang ditandai dengan feses berdarah dan demam tinggi, enterokolitis bakteri yang disebabkan oleh Salmonella, Shigella, dan Campylobacter

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan kadar desmopresin oral dalam plasma.
  • Dapat meningkatkan perpanjangan QTc dan aritmia ventrikel dari agen yang memperpanjang QT.
  • Peningkatan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan quinidine, ritonavir, gemfibrozil, ketoconazole, dan itraconazole.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Trifadium ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala overdosis Loperamide antara lain depresi sistem saraf pusat (pingsan, kelainan koordinasi, mengantuk, miosis, hipertensi otot dan depresi pernapasan), sembelit, retensi urin, ileus, atau kejadian jantung seperti sinkop, perpanjangan interval QT dan kompleks QRS, torsades de pointes, aritmia ventrikel serius lainnya, dan henti jantung.
  • Jika muntah terjadi secara spontan, berikan arang aktif (oleh tenaga medis). Jika muntah belum terjadi, dapat lakukan bilas lambung diikuti dengan pemberian arang aktif melalui saluran lambung. Berikan pengobatan nalokson berulang sebagai penangkal jika gejala SSP (sistem saraf pusat) terjadi. Pantau pasien dengan seksama selama setidaknya 48 jam untuk mendeteksi kemungkinan depresi SSP.
Artikel
    Penyakit Terkait