Sukses

Pengertian Trifacyclin

Trifacyclin merupakan antibiotik topikal berbentuk Krim yang diproduksi oleh Trifa Raya Lab. Obat ini mengandung Tetracycline yang diindikasikan untuk mengobati infeksi kulit, eksaserbasi bronkitis kronis, bruselosis, klamidia, mikoplasma dan riketsia, efusi pleura karena keganasan atau sirosis, akne vulgaris. Tetracycline bekerja dengan mengikat secara reversibel pada subunit 30S ribosom, sehingga mencegah sintesis protein dan menghambat pertumbuhan sel.

Keterangan Trifacyclin

  1. Trifacyclin Salep
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Topikal
    • Kandungan: Tetracycline 3 %
    • Bentuk: Salep
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Dus, Tube @ 15 g
    • Farmasi: Trifa Raya Lab
    • Harga: Rp 8.500 - Rp 16.000 / Tube
  2. Trifacyclin Kapsul
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik 
    • Kandungan: Tetracycline 250 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kapsul
    • Farmasi: Trifa Raya Lab.

Kegunaan Trifacyclin

Trifacyclin digunakan untuk mengatasi infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri yang peka terhadap tetracycline.

Dosis & Cara Penggunaan Trifacyclin

Trifacyclin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep dokter. Aturan penggunaannya secara umum adalah:

  1. Trifacyclin Salep
    Oleskan salep 1 x sehari atau beberapa kali sehari pada kulit yang terinfeksi.
  2. Trifacyclin Kapsul
    • 250 mg tiap 6 jam. Pada infeksi berat dapat ditingkatkan sampai 500 mg tiap 6-8 jam.
    • Sifilis primer, sekunder dan laten: 500 mg tiap 6-8 jam selama 15 hari.
    • Uretritis non gonokokus: 500 mg tiap 6 jam selama 7-14 hari (21 hari bila pengobatan pertama gagal atau bila kambuh).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Trifacyclin

Efek samping mungkin terjadi selama penggunaan Trifacyclin adalah:

  • Salep: kulit kering, ruam, dan gatal.
  • Kapsul: mual, muntah, diare, eritema (hentikan pengobatan), sakit kepala dan gangguan penglihatan dapat merupakan petunjuk peningkatan tekanan intrakranial, hepatotoksisitas, pankreatitis dan kolitis.

Overdosis
Mengkonsumsi Tetracycline melebihi dosis anjuran dapat menimbulkan gejala mual, muntah, hipersensitivitas

Kontraindikasi

  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap tetracycline.
  • Anak di bawah 8 tahun
  • Gangguan ginjal berat.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Penggunaan bersamaan metoksifluran, retinoid atau vitamin A.

Interaksi Obat

  • Peningkatan risiko hipertensi intrakranial jinak bila diberikan bersamaan dengan retinoid (misalnya acitretin, tretinoin, isotretinoin).
  • Penggunaan bersamaan metoksifluran dapat menyebabkan toksisitas ginjal.
  • Dapat mengurangi efek terapi BCG, vaksin BCG, vaksin tifoid.
  • Dapat memperpanjang efek antikoagulan.
  • Dapat menurunkan kemanjuran kontrasepsi oral.
  • Dapat meningkatkan kadar lithium dan digoxin.
  • Dapat mengganggu aksi bakterisida penisilin.

Kategori Kehamilan
Kategori D: Terdapat bukti positif mengenai risiko pada janin manusia. Mungkin dapat digunakan apabila manfaat yang diperoleh lebih besar daripada resikonya.

Perhatian Menyusui
Tetracycline dapat masuk ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait