Sukses

Pengertian Travocort

Travocort adalah obat yang mengandung isoconazole nitrate, diflucortolone valerate. Travocort berfungsi untuk pengobatan awal atau sementara pada dermatomikosis (suatu penyakit infeksi kulit menular yang disebabkan oleh dermatofit atau cendawan (jamur)) disertai oleh peradangan berat & kondisi kulit eksim.

Keterangan Travocort

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid dan antiinfeksi
  • Kandungan: Isoconazole nitrate 10 mg, diflucortolone valerate 1 mg
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube 
  • Kemasan: Tube @ 5 gram
  • Farmasi: Tunggal Idaman Abadi
  • Harga: Rp 92.000 - Rp 97.000 / Tube.

Kegunaan Travocort

Travocort berfungsi untuk pengobatan awal atau sementara pada dermatomikosis (suatu penyakit infeksi kulit menular yang disebabkan oleh dermatofit atau cendawan (jamur)) disertai oleh peradangan berat & kondisi kulit eksim.

Dosis & Cara Penggunaan Travocort

Travocort merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, harus digunakan berdasarkan resep dokter. Umumnya, obat ini dioleskan tipis-tipis pada bagian yang terinfeksi 2 kali sehari, maksimal 1 minggu pemakaian.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Travocort

Efek samping yang mungkin terjadi apabila menggunakan travocort adalah atrofi kulit, telangiektasia (melebarnya pembuluh darah kecil di permukaan kulit), jerawat, dermatitis perioral (Peradangan yang paling sering muncul di sekitar mulut), hipertrikosis, efek sistemik kortikoid.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu dari komponen Travocort
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit tuberkulosa atau sifilitis pada area yang akan diobati, penyakit virus, trimester pertama kehamilan.
Artikel
    Penyakit Terkait